Kurangi Potensi Ledakan, Tak Sembarang Power Bank Bisa Masuk ke Kabin Pesawat

Jika membawa, maka ada ketentuan khusus daya power bank yang bisa dibawa masuk ke kabin pesawat.

Kurangi Potensi Ledakan, Tak Sembarang Power Bank Bisa Masuk ke Kabin Pesawat
Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Dirjen Perhubungan Udara telah memberikan sebuah surat edaran.

Dilansir oleh TribunWow.com dari laman resmi Sekretaris Kabinet, Selasa (13/2/2018), surat edaran tersebut berisi tentang peraturan pemakaian power bank dalam pesawat.

Surat edaran tersebut dikeluarkan guna mencegah resiko meledaknya power bank di dalam pesawat.

 Menurut surat edaran nomor SE. 015/Tahun 2018, tahapan pengecekan dimulai saat lapor diri.

Petugas akan menanyakan tentang kepemilikan power bank kepada penumpang.

Jika membawa, maka ada ketentuan khusus daya power bank yang bisa dibawa masuk ke kabin pesawat.

Salah satunya adalah daya power bank yang dibawa ke dalam pesawat tidak boleh lebih dari 100 Wh.

Untuk daya yang melebihi 100 Wh maka harus ditempatkan pada bagasi cabin, bukan pada bagasi tercatat.

"Pengisi baterai portabel atau power bank atau baterai Lithium cadangan tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain, pengisi baterai portabel (power bank) atau baterai lithium cadangan harus ditempatkan pada bagasi cabin, dan dilarang pada bagasi tercatat; pengisi baterai portabel (power bank) atau baterai lithium cadangan yang mempunyai daya jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh dapat dibawa oleh penumpang," dikutip dari Surat Edaran.

Namun tak semua daya power bank harus menunjukkan 100 Wh.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved