Edisi Cetak Tribun Kaltim

Polisi Sisir Perairan Mahakam, Tegaskan Tidak Ada lagi Pencurian Batu Bara

tim Polres Kukar terus melakukan patroli rutin di wilayah perairan Mahakam, mulai Sangasanga, Anggana hingga Muara Jawa

Polisi Sisir Perairan Mahakam, Tegaskan Tidak Ada lagi Pencurian Batu Bara
Tribun Kaltim

Patroli digelar rutin untuk mengantisipasi adanya pencurian batu bara. Kapolres AKBP Anwar menyatakan tidak benar jika aktivitas pencurian batu bara dibilang marak. Fakta di lapangan sudah tidak ada lagi aktivitas pencurian batu bara. Kendati demikian, ia tetap menggalakkan patroli rutin di kawasan perairan Mahakam.

Baca: Tommy Soeharto Kritik PT Freeport, Bandingkan Papua dengan Bontang

Sebelumnya, Kasatreskrim AKP Damus Asa bersama Kasatpolair Iptu Novandi Arya Kharizma dan Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin turun ke lapangan menggunakan kapal patroli melakukan penyelidikan mengenai dugaan pencurian batu bara dengan menggunakan kapal klotok milik warga sekitar.

Mereka melakukan penyisiran sekitar perairan Anggana menggunakan kapal patroli. Polisi juga mendatangi salah satu jeti di perairan Anggana yang diduga menjadi pengepul batu bara curian tersebut.

Amiruddin, sekuriti di lokasi jeti menuturkan, sejak dua minggu ini tidak ada tumpukan batu bara. Tumpukan batu bara itu telah bersih.

Baca: Idolanya Tersingkir, Fans Marion Jola Ngomel dan Sebut Nama Kontestan Lain yang Harusnya Pulang

Kapal patroli Satpolair juga menyisir ke pinggiran sungai, tempat kapal-kapal klotok yang dipakai mengangkut batu bara bersandar. Kapal kayu itu memiliki rongga yang cukup lebar untuk menampung muatan batubara dari kapal tongkang.

Bahtiar (34), nahkoda kapal mengaku baru 3 bulan berada di Anggana. Ia berasal dari Sulawesi. Ia mengaku dapat batu bara dari kapal tongkang. Menurutnya, batu bara itu didapatkan dari sisa-sisa muatan kapal ponton yang juga diketahui pihak ABK kapal ponton. Kemudian ia menjual batu bara ke penampungan milik seorang warga berinisial AD di Kutai Lama.

"Harga satu ton batu bara Rp 210 ribu. Sebulan penghasilan kami sekitar Rp 5 juta," tuturnya.
Ia mengerahkan ABK-nya untuk memindahkan batu bara dari tongkang ke kapalnya.

"Ya upah ABK untuk memasukkan batubara ke kapal dikasih Rp 500 ribu. Sedangkan satu kapal ini bisa menampung maksimal 15 ton," katanya.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help