Tersingkir dari Tiga Besar Calon Anggota PPK, Dua Orang Lapor Bawaslu

Dia menjelaskan, pencoretan harus dilakukan karena para calon itu sudah menjadi penyelenggara Pemilihan Umum lebih dari dua periode.

Tersingkir dari Tiga Besar Calon Anggota PPK, Dua Orang Lapor Bawaslu
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Nunukan, Hariadi, Selasa (13/3/2018) di kantornya menerima pengaduan Alfian dan Dedi Junaidi. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Alfian dan Dedi Junaidi, Selasa (13/3/2018) mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nunukan.

Kedua calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) itu mengadukan dugaan kecurangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan saat seleksi telah memasuki tiga besar.

"Tidak jelas ini KPU. Sudah tiga besar, artinya tinggal wawancara, kenapa tiba-tiba muncul lagi tiga nama baru? Kan mulai dari awal lagi, balik ke enam besar lagi," ujar Alfian di Kantor Bawaslu Kabupaten Nunukan.

Keduanya menilai KPU Kabupaten Nunukan tidak transparan dan berlaku semena-mena dalam proses seleksi dimaksud.

Keduanya yang sudah masuk tiga besar dalam proses seleksi, tiba-tiba saja diganti dengan nama lainnya.

"Tidak ada penjelasan, kenapa nama itu muncul? Makanya kami laporkan ke Bawaslu," ujarnya.

Saat pengumuman calon yang lolos enam besar, tercantum nama Awaluddin dengan nilai 102, Muhammad Lallo dengan nilai 100, Alfian dengan nilai 98, Dedi Junaidi dengan nilai 96, Tamrin dengan nilai 93 dan Andi Sukman dengan nilai 92.

Dengan perolehan nilai dimaksud, Muhammad Lallo, Alfian dan Dedi Junaidi lolos pada seleksi selanjutnya.

Namun tanpa penjelasan, tiba-tiba KPU Kabupaten Nunukan memunculkan 3 nama baru yaitu Helmin Dasan, Muhammad Rusli Khairuddin dan Budianto.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help