Berita Video

VIDEO - Galeri Wessaury, Pamerkan 9 Ribu Barang Antik

pusaka berbentuk hewan mitologi masyarakat Kutai, Lembuswana, Mandau dan jejeran majalah Tempo dan Gatra

VIDEO - Galeri Wessaury, Pamerkan 9 Ribu Barang Antik
tribunkaltim.co/nalendro priambodo
Galery Wessaury Beralamat di RT 41 Nomor 132, Jalan Kecapi, kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Mengoleksi barang antik rupanya menjadi wasiat turun temurun diwariskan oleh keluarga satu ini. Bagaimana tidak, selama 5 generasi, keluarga Ibramsyah (61) tetap setia menjaga 9000 koleksi benda bernilai sejarah ini di rumahnya.

Rumah tembok berkelir oranye dan putih dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang 12 meter itu, disulap bak  sebuah museum pribadi. Berbagai barang kuno menghiasi sudut ruangan. 

Baca Juga:

Bek Persiba Balikpapan Dapat Perhatian Khusus dari Pelatih Wanderley

873 Personel Polda Kaltim Bakal Digeser ke Kaltara

Pemprov Kaltara Siapkan Rp 75 Miliar untuk Bebaskan Lahan Markas Tetap Polda

Koleksi di galeri yang diberi nama Wessaury itu diantaranya uang kertas kuno dan koin dari 140 negara, keris-keris, naskah daun lontar, pedang Katana, keramik, piring antik berbahan emas dan perak. Termasuk kumpulan Poto lawas Soekarno dan Soeharto, sampai beberapa barang peninggalan kongsi dagang Belanda, VOC.

Di bagian tengah dan belakang rumah, kita dapat menyaksikan sejumlah parang yang terbuat dari batu, keris timbul juga berbahan dasar batu, pusaka berbentuk hewan mitologi masyarakat Kutai, Lembuswana, Mandau dan jejeran majalah Tempo dan Gatra mulai edisi awal sekitar tahun 70an.

Ibramsyah, generasi ke-4 pewaris barang antik itu mengatakan koleksi itu diwariskan turun temurun oleh kakeknya, Haji Abdul Rahman, mantan penghulu di Kampung Barru, Balikpapan, yang diakuinya sempat menajadi penasehat spiritual Presiden Soeharto saat masih menjadi jendral.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help