Dua Tahun Nahkodai Kutim, Ismu-KB Gelar Ekspose Pembangunan

Terpaan badai keuangan pun terjadi selama dua tahun belakangan ini. Meski demikian, pembangunan secara merata

Dua Tahun Nahkodai Kutim, Ismu-KB Gelar Ekspose Pembangunan
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Paparan Bupati Ismunandar tentang pembangunan di Kutim 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepemimpinan pasangan Ismunandar - Kasmidi Bulang sudah mencapai dua tahun. 

Terpaan badai keuangan pun terjadi selama dua tahun belakangan ini. Meski demikian, pembangunan secara merata di 18 kecamatan terus dilakukan.

Rabu (14/3)/2018), Bupati Ismunandar bersama Wakil Bupati, Kasmidi Bulang, Sekda Irawansyah didampingi Rektor Stiper Kutim, Prof Juremy menggelar Ekspose Capaian Pembangunan Pemkab Kutim 2016-2017.

Baca: Disarankan Gabung Partai Bulan Bintang, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Paparan pembangunan dirangkaikan dengan konsultasi publik dan forum perangkat daerah, diikuti perwakilan organisasi masyarakat serta organisasi kepemudaan di Kutim. Bupati Ismunandar yang mulai memimpin roda pemerintahan pada Ferbuari 2016 membeberkan seputar pembangunan di Kutim.

"Pembangunan di Kutim, terencana sudah sejak tahun anggaran sebelumnya. Pembangunan 2016, sudah direncanakan pada 2015. Belakangan, pada pertengahan 2016 terjadi turbulensi. Keuangan berkurang sekitar Rp 1,6 triliun. Padahal pembangunan sudah berjalan. Begitu juga 2017. Hal inilah yang perlu disampaikan mengenai kondisi pembangunan. Bahwa ketika kami memulai, anggaran kita tidak sama dengan tahun sebelumnya," kata Ismunandar.

Baca: Dea Rizkita Hapus Gelar Miss Grand Indonesia 2017 dari Bio Instagramnya, Begini Penyebabnya

Pembangunan, kata Ismunandar, tetap berjalan meski tidak terlalu cepat. Tapi dengan dana yang ada diupayakan optimal dan bisa langsung dirasakan masyarakat banyak.

"Karena sejak terjadi turbulensi, utang Pemkab Kutim ikut menumpuk, maka 2018 ini, kita fokuskan untuk membayar utangm Dengan harapan, 2019, tidak ada lagi utang," ujar Ismunandar.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mengatakan ekspose yang dirangkaikan dengan konsultasi publik merupakan wadah penjaringan ide, pemikiran, gagasan dan informasi sebagai masukan pembangunan dari seluruh elemen masyarakat dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved