Darurat Narkoba

Modus Peredaran Narkoba di Kaltim, mulai Dikemas Makanan hingga Ekstrim Dimasukkan di Kemaluan

Modus pelaku peredaran narkoba, khusus jenis sabu di wilayah Kaltim guna melancarkan aksinya semakin beragam, bahkan semakin ekstream.

Modus Peredaran Narkoba di Kaltim, mulai Dikemas Makanan hingga Ekstrim Dimasukkan di Kemaluan
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
AM wanita cantik berkerudung membawa sabu di dalam kopernya ketika diperiksa petugas kepolisian Polres Tarakan dan petugas Avsec di SCP II di terminal keberangkatan Bandara Juwata Tarakan, Selasa (13/3/2018). 

TRIBUBKALTIM.CO, SAMARINDA - Modus pelaku peredaran narkoba, khusus jenis sabu di wilayah Kaltim guna melancarkan aksinya semakin beragam, bahkan semakin ekstream.

Setelah kerap menyeludupkan narkoba dengan disisipkan dalam kemasan bahan makanan, kali ini pelaku mengubah pola pengirimannya dengan modus baru.

Kasus yang ditangani aparat penegak hukum, yakni seorang wanita cantik di Bandara Juwata Tarakan yang membawa sabu seberat 1 Kg lebih dengan menyimpan sabu tersebut tempat bedak dan kotak tisu.

Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP H Tampubolon menjelaskan, modus-modus tersebut dilakukan guna menyamarkan narkoba yang dibawa, guna dapat sampai ke tempat tujuan.

Baca: Kelabuhi Petugas, Pengedar Masukkan Sabu 178 Gram Dalam Buah Durian

"Mereka taruh di tempat yang memungkinkan narkoba dapat tersamarkan, di tempat-tempat yang menurut kebanyakan orang tidak dapat dijadikan tempat menyimpan narkoba," ucapnya, Rabu (14/3).

Dari pengungkapan kasus yang pernah dilakukan, beberapa modus ini pernah digunakan pelaku peredaran narkoba, di antaranya menyembunyikan di ban, buah kelapa, pakaian dalam (bra dan celana dalam), hingga barang elektronik, seperti laptop dan DVD Player.

Belum lama ini ada pengungkapan kasus peredaran sabu di Tenggarong. Pelaku menyimpan sabu di dalam buah durian. Tak hanya itu, guna mempersulit aparat menemukan narkoba, pelaku peredaran narkoba sampai menyimpan di bagian tubuh manusia, seperti dubur, perut dan kemaluan wanita.

Baca: Lahir Prematur dan Tampak Seperti Alien, Begini Kondisi Sang Bayi di Hari Ulang Tahun Pertamanya

"Untuk hitungan sekilo kan tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, jadi disimpan di barang-barang yang mudah dibawa, termasuk dibagian tubuh," tuturnya.

Tampubolon pun tak pungkuri, jika wilayah Kalimantan Utara, tepatnya daerah perbatasan masih menjadi pintu masuk narkoba, terutama jenis sabu. Ketika lolos di wilayah tersebut, narkoba akan disebar ke daerah Kaltim, termasuk Samarinda dan sekitarnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help