Polemik Seleksi PPK dan PPS, Seorang Anggota PPS Mundur

Malik masuk dalam temuan Bawaslu Kabupaten Nunukan karena terindikasi berafiliasi dengan salah satu partai politik.

Polemik Seleksi PPK dan PPS, Seorang Anggota PPS Mundur
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Komisioner KPU Kabupaten Nunukan, Kaharuddin, Gusnah Hatta dan Andi Umar Bintang, Rabu (14/3/2018) memberikan penjelasan mengenai seleksi PPK dan PPS yang mendapatkan sorotan karena sejumlah anggota terpilih dinilai bermasalah. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Ribut-ribut soal hasil seleksi calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan berdampak pada mundurnya seorang anggota PPS di Kecamatan Sebatik.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan, Gusnah Hatta mengatakan, Malik yang telah dilantik sebagai anggota PPS di Kecamatan Sebatik memilih mundur setelah namanya masuk dalam temuan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nunukan.

"Namanya masuk sipol temuan Panwas. Sudah kami tindaklanjuti, yang bersangkutan sudah mengundurkan diri," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Malik masuk dalam temuan Bawaslu Kabupaten Nunukan karena terindikasi berafiliasi dengan salah satu partai politik.

Baca: 3 Laga Ujicoba Akan Dilakoni Persiba Balikpapan Bulan Ini

Kepada KPU Kabupaten Nunukan, Malik mengaku sama sekali tidak terlibat ataupun tercatat sebagai anggota salah satu partai politik.

Hal tersebut diyakinkannya kembali saat wawancara ulang oleh Komisioner KPU Kabupaten Nunukan.

Malik mengatakan tidak pernah berpartai politik, melibatkan diri atau menyatakan sebagai anggota partai politik.

Dia juga tidak tahu menahu kalau namanya dicatut oleh saudaranya yang merupakan aktivis partai politik untuk mendongkrak suara.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help