Gara-gara Ini, Terdakwa Dana Hibah Sumpahi Staf Ketua DPRD Kaltim

Sumpah itu diucapkan saat, majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa menanggapi keterangan hasil konfrontir.

Gara-gara Ini, Terdakwa Dana Hibah Sumpahi Staf Ketua DPRD Kaltim
TRIBUNKALTIM/BUDHI HARTONO
SIDANG - Ketua LPK Prima Jaya Utama, Dody Novianda (tengah) dan Abdillah Yanuar (Bandahara LPK Prima Jaya Utama dan Instruktur di LPK Jmicron) bersama Abdullah (kanan) staf Ketua DPRD Kaltim sebagai saksi, dikonfrontir dalam sidang korupsi dana hibah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Samarinda, Rabu (14/3). 

SAMARINDA, TRIBUN -Terdakwa Ketua Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Jmicron, Ednan terlihat kesal atas keterangan saksi Abdullah yang dikonfrontir terkait tuduhan fee 30 persen senilai Rp 435 juta. Terdakwa menolak keterangan saksi Abdullah yang mengaku tidak menerima fee Rp 435 juta.

Saking kesalnya, terdakwa Ednan menyumpahi saksi kecelakaan di jalan. Sumpah itu diucapkan saat, majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa menanggapi keterangan hasil konfrontir.

"Saya menolak keterangan saksi yang mulia. Saya bersumpah, dia keluar dari sini akan ketabrak di jalan," ucap Ednan sebelum sidang konfrontir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Samarinda, di Jalan M Yamin, Tutup jelang magrib, Rabu (14/3).

Baca: Profesor Unmul Sebut Kejanggalan Pembahasan Draft Statuta

Baca: Debat Kandidat Pilgub Kaltim bisa jadi Digelar di Jakarta, Ini Sebabnya

Baca: Nasdem Samarinda Usulkan Joha, Demokrat Tunggu Arahan Jaang untuk Calon Wawali

Sidang dipimpin Joni Kondolele yang didampingi anggotanya Fery Haryanta dan Anggraeni molor hingga sore. Agenda sidang konfrontir tiga saksi dan terdakwa Ednan, terkait pemberian fee 30 persen dari pencairan dana hibah sebesar Rp 1,4 miliar.

Dalam sidang konfrontir, diakui terdakwa Ednan menyerahkan fee 30 persen kepada Abdullah di parkiran Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda. Saat memberikan fee 30 persen, bukan hanya LPK Jmicron saja yang menyetor fee pencairan dana hibah. Melainkan LPK Prima Jaya Utama juga menyetorkan fee 30 persen (Rp 570 juta) setelah dana hibah cair sekitar Rp 1,9 miliar.

"Saya berdua dengan dia (terdakwa Ednan) menyerahkan uang itu dalam kardus teh kotak di parkiran DPRD. Saya serahkan dia dua-duanya," kata Dody Novianda (Ketua LPK Prima Jaya Utama) duduk disebelah Abdillah Yanuar, menjawab pertanyaan Ketua majelis hakim Joni Kondolele.

Menanggapi pengakuan Ednan dan Dody, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Abdullah untuk menanggapi tuduhan tersebut. "Saya tidak terima yang mulia. Saya bertemu dengan dia (Dody) saat dikonfrontir penyidik," jawab Abdullah, yang mengenakan seragam staf DPRD Kaltim warna putih dipadu celana biru dongker.

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help