Hacker Surabaya Merusak Sistem Elektronik di LA, Departemen Kehakiman AS Geram

Ulah tiga hacker (peretas situs) asal Surabaya ternyata tak main-main. Mereka merusak sistem elektronik Pemerintah Kota Los Angeles

Hacker Surabaya Merusak Sistem Elektronik di LA,  Departemen Kehakiman AS Geram
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sebanyak tiga orang peretas atau hacker dihadirkan pada rilis Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ulah tiga hacker (peretas situs) asal Surabaya ternyata tak main-main. Mereka yang masih berstatus mahasiswa jurusan teknologi informasi tersebut merusak sistem elektronik Pemerintah Kota Los Angeles (LA) Ameriksa Serikat.

Tak pelak ulah tersebut membuat gusar Departement of Justice (Departemen Kehakiman) Amerika Serikat. Melalui Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat, Departemen Kehakiman berkoordinasi dengan Polri untuk menangkap para hacker tersebut.

"Untuk situs pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang terdeteksi baru satu, yaitu The City of Los Angeles. Yang disasar sistem elektronik ya, bukan situs yang mereka retas," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/3).

Baca: FBI Turun Tangan, Tangkap 3 Mahasiswa Indonesia yang Jadi Hacker, Sudah Retas 600 Web

Menanggapi permintaan penegak hukum di Amerika Serikat (AS), Polda Metro Jaya kemudian menangkap tiga mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya yaitu AN (21), ATP (21), dan KRS (21). Mereka meretas sekira 3.000 sistem elektronik dan situs internet di 44 negara.

"Semua (aparat penegak hukum di AS) sudah pada resah. Jadi, mereka melaporkan semua ke Internet Crime Complaint Center di bawah Departemen of Justice Amerka Serikat," ujar AKBP Roberto Pasaribu.

Roberto menerangkan, para tersangka menggunakan metode SQL Injection melalui bahasa pemrograman untuk melakukan peretasan. Ketiga tersangka merupakan anggota komunitas peretasan, Surabaya Black Hat.

Roberto tak bisa merinci perusahaan yang menjadi korban para peretas. Polisi masih mendalami dalami dalang di balik tiga mahasiswa asal Surabaya yang melakukan peretasan 3.000 sistem elektronik dan situs internet di-44 negara.

"Masih kami dalami. Kalau bicara kemungkinan ada (dalang), tapi masih kita dalami," ujar AKBP Roberto Pasaribu.

Sebanyak dua dari tiga tersangka yang kini ditahan Polda Metro Jaya, ternyata pernah dibina oleh Polda Jatim di ruang Tribrata, 22 November 2017 lalu. Pembinaan hacker itu dikemas dalam ajang silaturahmi dengan komunitas hacker Surabaya.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help