Darurat Narkoba

Wah Gawat, Kakanwil Kemenkumham Kaltim Sebut 30 Petugas Lapas dan Rutan Terlibat Narkoba

Dari hampir 11 ribu orang warga binaan yang tersebar di 11 di Lapas dan Rutan, sebanyak 6 ribu di antaranya tersangkut kasus narkoba.

Wah Gawat, Kakanwil Kemenkumham Kaltim Sebut 30 Petugas Lapas dan Rutan Terlibat Narkoba
Ilustrasi 

SAMARINDA, TRIBUN - Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Agus Saryono menyebut masalah narkoba merupakan fenomena gunung es. Kasus-kasus yang kelihatan saat ini hanyalah puncak atau gejala-gejala, sementara masalah yang paling fundamental atau akar masalah di bawahnya masih sangat banyak.

Jika dipersentasekan, yang ditangani (di puncak) ini hanya sekitar 13 persen -15 persen dari seluruh permasalahan yang ada. Bahkan dia menyebut, jika fokus yang ditangani hanyalah yang 13 persen, aparat atau pihak-pihak terkait tak ubahnya pemadam kebakaran. Jika hanya mengandalkan penindakan, yang ada, Lapas dan Rutan akan terus disesaki warga binaan dari kasus narkoba.

Ini terungkap dalam pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, baru-baru ini. Dalam pertemuan ini, fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang diharapkan bisa membuat para pengedar narkoba jera, dipertanyakan.

Faktanya saat ini, banyak warga binaan yang tersangkut kasus narkoba, justru menjadikan Lapas atau Rutan sebagai tempat belajar. Setelah menghabiskan masa hukumannya, pengedar ini justru lebih lihai dalam menjalankan aksinya.

"Kalau penanganannya itu reaktif, efektifitasnya juga tidak ada. Penanganannya hanya seperti pemadam kebakaran saja. Bukan saya tidak setuju dengan penindakan. Penindakan perlu, ditindak saja seperti itu. Namun yang paling pas sebetulnya, pencegahan juga sangat diperlukan," ujarnya.

Pernyataan ini menurutnya bukan tanpa alasan. Berdasarkan data, penyalahgunaan narkoba di Indonesia dari hari ke hari kian memprihatinkan, karena menduduki peringkat 3 di dunia. Di Indonesia sendiri, penyalahgunaan narkoba di Kaltim sempat menduduki peringkat 2, dan turun ke peringkat 4 setelah provinsi Kaltara berpisah dan menjadi provinsi sendiri.

Upaya pemberantasan tanpa menyentuh akar permasalahan atau langkah pencegahan tidak maksimal, menurutnya hanya membuat pengguna atau pasar narkoba semakin besar. Di saat aparat gencar melakukan penindakan, yang ada Lapas dan Rutan disesaki disesaki warga binaan yang tersangkut kasus narkoba.

Saat ini, kata dia, dari hampir 11 ribu orang warga binaan yang tersebar di 11 di Lapas dan Rutan, sebanyak 6 ribu di antaranya tersangkut kasus narkoba. "Dari hampir 11 ribu itu, 6 ribu di antaranya atau sekitar 65 persen adalah kasus narkoba," bebernya.

Agus juga tak menampik bahwa Lapas dan Rutan belum sepenuhnya bebas narkoba. Agus menyebut, ada saja anak buahnya terlibat dalam mata rantai peredaran narkoba, dan hingga saat ini sudah sebanyak 30 orang yang ditindak, dan bahkan sudah ada yang diberhentikan.

"Petugas kami di Lapas dan Rutan, sudah ada 30 yang terlibat. Jujur saja saya katakan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help