Parenting

Pro-Kontra Disiplinkan Anak dengan Memukul, Boleh atau Tidak?

Banyak pakar psikologi menyarankan agar tidak menggunakan hukuman fisik saat mendisiplinkan anak.

Pro-Kontra Disiplinkan Anak dengan Memukul, Boleh atau Tidak?
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Sekitar dua dekade lalu, bukan hal aneh melihat orangtua memukul bokong anak mereka sebagai hukuman ketika anak-anaknya "nakal".

Kini, para ahli perkembangan anak menentang cara mendisiplinkan tersebut.

Perdebatan mengenai boleh tidaknya memukul anak, terutama memukul bagian bokong dengan tangan kosong (spanking) untuk memberi pelajaran sempat ramai.

Banyak pakar psikologi menyarankan agar tidak menggunakan hukuman fisik saat mendisiplinkan anak.

Baca: Miris, Bocah Perempuan Terekam Nonton Video Asusila di Smartphone, Netizen Salahkan si Orangtua

Sementara yang lain menganggap dampak buruk memukul anak terlalu dibesar-besarkan.

Menurut laporan UNICEF, seperti dikutip dari CNN.com, di seluruh dunia hampir 300 juta anak berusia 2-4 tahun mendapat berbagai bentuk hukuman fisik dari orangtua atau pengasuhnya.

Hukuman fisik tersebut termasuk memukul bokong anak, mengguncang-guncangkan tubuhnya, atau meninju salah satu bagian tubuh dengan tangan atau alat lain.

"Tapi, secara umum kebanyakan orangtua berusaha menjelaskan kepada anaknya mengapa perilaku tertentu salah," kata pakar statistik dan monitoring UNICEF, Claudia Cappa.

Baca: Alkes Sudah Siap, Ruang ICU PPU Segera Dioperasikan

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help