Home »

News

» Sains

Singkirkan Semua Rumus Njlimet, Buku Hawking Ini Bikin Jutaan Orang Awam Minati Jagat Raya

Setelah Albert Einstein, Hawking barangkali adalah fisikawan terbesar abad modern yang paling banyak membuat saya menengok.

Singkirkan Semua Rumus Njlimet, Buku Hawking Ini Bikin Jutaan Orang Awam Minati Jagat Raya
Kolase/TribunKaltim.co
Stephen Hawking 

TRIBUNKALTIM.CO - DEG. Stephen Hawking meninggal. Sedetik berasa waktu berhenti, harfiah. Bahwa kematian adalah pasti, tetapi yang satu ini adalah “sesuatu”. Setelah Albert Einstein, Hawking barangkali adalah fisikawan terbesar abad modern yang paling banyak membuat saya menengok.

Jauh-jauh hari sebelum ranah media sosial di Indonesia berisik dengan perdebatan soal Bumi datar, Hawking sudah menulis buku yang gampang banget “ditelan” bahkan oleh orang awam, yang isinya antara lain menebas logika Bumi datar tersebut.

Judul bukunya dalam bahasa Inggris adalah A Brief History of Time—terbit pada 1988—, versi bahasa Indonesia-nya menggunakan judul Riwayat Sang Kala dan meluncur pada 1994. Bab I buku itu, Gambaran Kita Mengenai Jagat Raya, sudah langsung menelanjangi logika Bumi datar.

Penjelasannya dimulai dari cerita sanggahan perempuan tua dalam suatu forum yang membahas astronomi, rotasi Bumi mengitari Matahari, dan galaksi. Di situ, perempuan itu menyebut Bumi tidak lebih dari permukaan datar punggung kura-kura.

Salah satu buku Stephen Hawking yang paling fenomenal
Salah satu buku Stephen Hawking yang paling fenomenal "A Brief History of Time". A Brief History of Time (From the Big Bang to Black Holes) adalah buku sains populer yang ditulisnya dan pertama kali diterbitkan oleh Bantam Dell Publishing Group pada tahun 1988. Buku ini laris manis terjual lebih dari 10 juta kopi. Buku ini juga masuk daftar buku terlaris Sunday Times London selama lebih dari empat tahun. (mediametafisika)

“Banyak orang akan menganggap agak tidak masuk akal bahwa jagat raya ini digambarkan sebagai menara kura-kura yang tidak terhingga banyaknya. Namun, mengapa kita merasa lebih tahu? ... Tahun 340 SM, dalam bukunya Mengenai Langit, filsuf Yunani Aristoteles mampu mengemukakan dua argumen yang baik untuk meyakinkan orang bahwa Bumi berupa bola yang bulat, bukannya piring mendatar,” tulis Hawking soal perdebatan Bumi datar.

Tulisan pada bab pertama buku itu merinci lebih lanjut argumentasi yang menyanggah logika Bumi datar. Sekali lagi, disuguhkan dalam “bahasa manusia” yang sama sekali tidak menyebut rumus njelimet.

Sesuai janjinya di halaman ucapan terima kasih, Hawking menyingkirkan semua rumus matematika dan fisika dari bukunya yang ini, dengan satu perkecualian tak terhindarkan untuk rumus kesetaraan energi dan massa milik Einsten, E=mc2. Rumus tersebut muncul di halaman 24 dalam buku versi bahasa Indonesia.

Tentu, Hawking tidak menggunakan energi dan pikirannya yang terkurung keterbatasan fisik luar biasa hanya untuk berdebat soal Bumi Datar.

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang melumpuhkan seluruh otot motorik penderitanya, menjadi penyakit yang membatasi fisik pemilik otak teramat cemerlang ini. Sebutan lain untuk penyakit Hawking adalah motor neurone disease (MND) atau Lou Gehrig’s disease.

Topik Bumi datar mau tak mau muncul dalam bahasan Hawking karena yang dia bahas adalah soal alam semesta. Tentu saja, Bumi merupakan bagian dari bahasan ini.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help