Lahan Pertanian Terus Bertambah, Ketersedian Pupuk Harus Dipastikan

Dengan target perluasan lahan pertanian, maka perlu diimbangi dengan ketersediaan pupuk, untuk petani di daerah

Lahan Pertanian Terus Bertambah, Ketersedian Pupuk Harus Dipastikan
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor pertanian. Untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pangan, selain penyediaan lahan, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pupuk 

TRIBUNKALTIM.CO – Sebagai daerah penghasil jagung terbesar di Kaltim, tahun 2018 ini Pemkab Berau menargetkan penambahan luasan lahan menjadi 10 ribu hektare. Namun target ini juga harus dibarengi dengan ketersediaan pupuk, untuk mendorong peningkatan produksinya.

Untuk itu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Berau, Suparno Kasim mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan manajemen PT Pupuk Kaltim.

"Dengan target perluasan lahan pertanian, maka perlu diimbangi dengan ketersediaan pupuk, untuk petani di daerah, agar hasil panen yang mereka dapat juga maksimal,” ungkapnya, Minggu (18/3/2018).

Baca: Kapolda Kaltara: Kami Mau Segera Kerja, Air, Listrik, dan Mebeler Prioritas

Suparno menyebutkan, penyaluran pupuk pada tahun 2017 mencapai ribuan ton, diantaranya pupuk urea sebanyak 1.410 ton, SP-36 sebanyak 120 ton, ZA sebanyak 128 ton, NPK sebanyak 2.760 ton, yang disebar di sentra-sentra pertanian di 13 kecamatan.

Agar penyaluran pupuk lebih maksimal, pihaknya meminta agar kelompok tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani. Selain itu, penyaluran pupuk yang bersubsidi juga memerlukan persetujuan penyuluh kepala yang membidangi perkebunan di masing-masing kecamatan.

“RDKK disusun secara musyawarah dan diselesaikan kelompok tani, dua bulan sebelum tanam, dan untuk 2018 ini, nanti akan ada penentuan kuota provinsi pada akhir tahun,” ujarnya.

Baca: Majikan Suyanti TKW yang Disiksa Lolos dari Jeratan Hukum, Fahri Hamzah Kirim Pesan ke Najib Razak

Selama ini, penyaluran pupuk diawasi secara ketat oleh pemerintah. “Tapi masyarakat juga harus ikut melakukan pengawasan terhadap penyalurannya,” tegasnya. Pihaknya juga berharap, PT Pupuk Kaltim turut membantu pengembangan pertanian di Kabupaten Berau melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan maupun program lain seperti bimbingan pertanian.

Tidak hanya pupuk kimia, pihaknya juga mendorong para petani untuk memanfaatkan limbah pertanian dan limbah peternakan sebagai bahan baku membuat pupuk organik atau kompos. Selain bisa diproduksi sendiri, tanaman organik memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Selain jagung, Kabupaten Berau juga memiliki produk unggulan seperti lada, bawang merah, cabai, padi hingga kakao yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di wilayah Kaltim maupun kebutuhan pasar secara nasional.

Baca: Kampung Ini Diduga Menjadi Markas Kejahatan Perbankan, BRI Kesulitan Masuk Daerah Tersebut

“Banyak potensi di sektor pertanian yang bisa dikembangkan. Dengan bantuan dari seluruh stakeholder, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, minimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Berau,” tandasnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help