Home »

News

Resmi Diakuisisi Grab, Mulai 9 April Aplikasi Uber tak Dapat Digunakan di Indonesia

Melalui kesepakatan ini, semua aset serta pangsa pasar Uber yang ada di Asia Tenggara akan dikuasai Grab.

Resmi Diakuisisi Grab, Mulai 9 April Aplikasi Uber tak Dapat Digunakan di Indonesia
techcrunch.com
Ilustrasi. Grabcar 

TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya perusahaan teknologi penyedia jasa transportasi onlie Uber resmi diakuisis Grab pada Senin (26/3/2018).

Kita tahu, selama ini Grab adalah salah satu kompetitor utama Uber dalam bisnis ini.

Melalui kesepakatan ini, semua aset serta pangsa pasar Uber yang ada di Asia Tenggara akan dikuasai Grab.

Selain itu, kesepakatan ini juga menjadikan Grab sebagai pemain di bisnis transportasi daring terbesar untuk kawasan tersebut.

“Sebagai bagian dari akusisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab,” kata Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan melalui keterangan tertulis.

Baca: Pernah Tembus Rp261 Juta, Kini Twitter Larang Iklan Mata Uang Virtual, Harga Bitcoin Makin Terpuruk

Baca: Terobosan Baru, di SMK Swasta Ini Ujian Sekolah Siswa Pakai Smartphone, Begini Cara Kerjanya

Baca: Pemkot Tarakan Ajukan 528 Formasi CPNS, Ini yang Dibutuhkan

Anthony menyebutkan, pada sisi teknis, semua aset dan aspek operasional Uber di negara tempat mereka beroperasi sebelumnya untuk kawasan Asia Tenggara akan dialihkan ke Grab.

Negara yang dimaksud adalah Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam waktu dekat, Grab dan Uber akan bekerja sama untuk migrasi mitra pengemudi, penumpang, pelanggan, rekanan pengantaran, hingga merchant yang ada di aplikasi Uber ke aplikasi Grab.

Aplikasi Uber sementara masih beroperasi hingga dua pekan ke depan dan pihak Grab menyertakan informasi lebih lanjut untuk keberlangsungan status mitra Uber yang akan pindah ke Grab melalui laman www. grab.com/id/comingtogether.

Tahun depan, Uber berencana melantai di bursa alias melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Baca: Pertama Kali, Televisi Swasta Pakistan Tampilkan Pembaca Berita Seorang Transgender

Baca: Akhirnya Stray Kids Rilis Debut Album, Ini Profil 9 Membernya yang Menawan, Super. . .

Baca: Ramai Dikabarkan Kritis Usai Atraksi, Limbad Ketahuan Sedang di Bandara, Acaranya Gimmick?

Oleh karena itu, Uber membenahi sektor bisnisnya dengan fokus pada kawasan yang berkinerja baik saja.

Sebelumnya, Uber juga telah menjual kepemilikan sahamnya di China kepada Didi Chuxing, sebuah perusahaan teknologi penyedia jasa transportasi.

Uber pun tercatat menjual bisnisnya kepada perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex.

Khosrowshahi pernah mengungkapkan, dengan menarik diri dari pasar di Asia Tenggara, Uber dapat meningkatkan profit mereka dari yang sebelumnya merugi hingga 10,7 miliar dolar AS selama sembilan tahun terakhir.

Khosrowshahi juga memberi sinyal kemungkinan Uber akan fokus pada Jepang dan India untuk pasar di Asia.

Baca: Dituduh Gerogoti Harta Istri, Angga Akhirnya Blak-blakan Ungkap Alasan Nikahi Dewi Perssik

Baca: Pagi Tadi, Kota Bontang dan Sekitarnya Diguncang Gempa Bumi, Begini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Baca: Wacana Mengusung Rizieq Shihab Jadi Capres, Begini Tanggapan Partai Gerindra

Dari pantauan, Selasa (27/3/2018), para pelanggan Uber mendapat e-mail pemberitahuan yang mengimbau penggunanya untuk hijrah ke aplikasi Grab.

Per tanggal 8 April 2018, Uber akan melakukan transisi layanan ke platform Grab, itu artinya, setelah tanggal tersebut, semua layanan Uber hanya bisa diakses melalui aplikasi Grab, termasuk bagi pengguna di Indonesia.

"Kami akan mentransisi layanan kami ke platform Grab per tanggal 8 April 2018, sehingga semua permintaan setelah tanggal tersebut, hanya bisa dilakukan dari aplikasi Grab", begitu kutipan isi e-mail yang dikirim Uber ke para pelanggannya di Indonesia.

Co-Founder Grab, Tan Hooi Ling mengatakan, selama dua minggu terakhir ini, aplikasi Uber akan tetap beroperasi untuk memastikan stabilitas para mitra Uber, sehinga mereka dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran mitra Grab secara online.

Bagi para driver Uber, pihak Grab menyertakan informasi lebih lanjut untuk keberlangsungan status mitra Uber yang akan bermigrasi ke Grab melalui laman www.grab.com/id/comingtogether.

Baca: Nikita Mirzani Pingsan Karena Hamil? Terungkap Ini 10 Pabrik Uang Sang Pacar, Intip Yuk

Baca: Belum Terima Surat Perpanjangan Kontrak, Gaji sudah Turun, Honorer Mengadu

Baca: Apakah Alien Benar-benar Ada? Begini Ungkap Para Astronot Berpengalaman

Sedangkan sekitar 500 kolega Uber di Asia Tenggara, akan dialihkan ke Grab, sebagaimana KompasTekno kutip dari blog Uber, Selasa (27/3/2018).

Dari kesepakatan bisnis tersebut, Uber akan mempertahankan 27,5 persen saham di Grab, sedangkan CEO Uber, Dara Khosrowshahi akan merapat dengan dewan direksi Grab.

Uber pertama kali mengaspal di wilayah Asia tenggara pada tahun 2013, dengan Singapura sebagai negara pertama.

Setahun berikutnya, Uber tiba di Indonesia dengan menawarkan layanan transportasi online berupa, ojek uberMotor serta empat jenis layanan mobil, yakni uberPool, UberXL, dan UberBlack yang kedepannya juga akan dilebur dengan Grab.

Termasuk bisnis pengantaran makanan Uber Eats yang baru hadir di Singapura, Malaysia, dan Thailand, akan merger dengan layanan GrabFood yang sudah hadir di Indonesia dan Thailand.

Baca: Jelang Pernikahan, Calon Istri Marcus Gideon Unggah Kalimat yang Terkesan Gombal tapi Bikin Meleleh

Baca: Video Detik-detik Rudal Balistik Nyaris Hantam KBRI Riyadh, Serangan Tewaskan Satu Warga Mesir

Baca: Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 12 Tahun Jika Tidak Ditemukan Cadangan Baru

Merger dua perusahaan ride-sharing ini membuat persaingan transportasi online semakin kompetitif, khususnya di Indonesia dengan Go-Jek yang masih menguasai pasar transportasi online Tanah Air.

Sebelum menjual bisnisnya ke Grab, Uber juga telah menyerahkan bisnisnya di China pada tahun 2016 ke perusahaan ride-sharing lokal, Didi Chuxing dengan presentase saham yang dipertahankan Uber sebesar 17,5 persen.

Bisnis Rusia pun juga dialihkan ke Yandex pada tahun 2017 dengan besaran saham yang dimiliki Uber sebanyak 37 persen. (Intisari/tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 April, Aplikasi Uber Tidak Bisa Dipakai Lagi di Indonesia" 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aplikasi Uber Tak Lagi Bisa Digunakan di Indonesia Per 9 April, http://www.tribunnews.com/techno/2018/03/27/aplikasi-uber-tak-lagi-bisa-digunakan-di-indonesia-per-9-april?page=all.

Editor: Fajar Anjungroso

(Artikel ini sebelumnya tayang di Kompas.com. Sumber asli baca di sini)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help