DPRD Bontang Bentuk Pansus Banjir

Untuk mengatasi banjir di Bontang, tim bakal menggandeng tenaga ahli rekayasa banjir dari luar kota.

DPRD Bontang Bentuk Pansus Banjir
DOK TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
Banjir di Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Rencana DPRD Bontang membentuk panitia khusus (Pansus) masalah banjir di Kota Bontang, akhirnya terwujud.

Selasa (3/4)? rapat paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) banjir, yang digelar di ruang rapat Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (3/4), secara aklamasi menyetujui dibentuknya Pansus banjir.

Keputusan tersebut merupakan langkah maju mengingat wacana pembentukan Pansus ini sudah digulirkan sejak akhir tahun 2017 lalu. Bahkan, DPRD sudah menjadwalkan dua kali rapat paripurna pembentukan Pansus, namun dibatalkan lantaran jumlah Anggota DPRD yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bontang, Etha Rimba Paembonan diikuti masing-masing delegasi 5 fraksi dewan sepakat menunjuk Ketua Fraksi Nasdem, Bakhtiar Wakkang (BW), sebagai Ketua Pansus.

"Secara aklamasi kami menunjuk Pak Bakhtiar Wakkang sebagai ketua pansus ini," ujar Etha Rimba, usai menetapkan hasil musyawarah pembentukan pansus.

Dijelaskan, masa kerja Pansus banjir ditetapkan selama 3 bulan. Dalam menjalankan tugas, BW ditemani 7 orang perwakilan anggota dari masing-masing fraksi. Mereka antara lain, Suhut Hariyanto dari fraksi Amanah, Demokrat, Pembangunan dan Sejahtera (ADPS) ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pansus Banjir. Kemudian, Ridwan dari Fraksi ADPS sebagai anggota.

Fraksi Golongan Karya mengutus Muslimin. Sementara Fraksi Hanura Perjuangan menugaskan Yandri Dasa dan Agus Suhadi masuk dalam Pansus ini. Terakhir, fraksi Gerindra mengutus Muhammad Dahnial. "Kita telah sepakati struktur pansus, semoga dapat bekerja maksimal," kata Etha.

Ketua Pansus Banjir, Baktiar Wakkang saat ditemui usai rapat pembentukan mengatakan, dirinya terkejut dengan penunjukan sebagai ketua Pansus. Kendati begitu, sebagai inisiator Pansus dia berkomitmen bakal mengurai sumber penyebab banjir beserta solusi penanggulangannya. "Penanganan banjir selama ini dilakukan hanya pada sisi hilirnya saja. Sedangkan kita tahu sumbernya dari hulu sungai Bontang sana," kata BW.

Dia mengatakan, Pansus nantinya bakal bekerja secara komprehensif. Selain penanggulangan masalah banjir Pansus nantinya juga bakal mengusut penyebab banjir yang setiap tahun menjadi momok bagi masayrakat Kota Bontang.

Pihaknya bakal menelaah program penanggulangan banjir milik pemerintah. Bersama-sama pemerintah, perusahaan, serta lembaga lingkungan pansus akan menggodok formulasi yang tepat untuk mengatasi banjir Bontang. Untuk mendukung kinerja Pansus.

Dia mengaku bakal menggandeng tenaga ahli rekayasa banjir dari luar. Tim ahli nantinya bakal bekerja secara marathon menyelesaikan kajian teknis penanganan banjir di Kota Bontang ini.

"Kita juga bakal pelajari di tambang seperti apa, bagaimana pengaruh eksplorasi maupun pembukaan lahan di wilayah Kutim sana. Lalu merumuskan rekomendasi yang tepat untuk atasi banjir," tandasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help