Kejari Paser Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana Umum, Ponsel Diketok dan Pisau Digurinda

BB yang dimusnahkan berupa perkara asusila (persetubuhan), pembunuhan, kehutanan, tipiring, sajam

Kejari Paser Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana Umum, Ponsel Diketok dan Pisau Digurinda
Tribun Kaltim/Sarassani
Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara Pidana Umum yang telah berkekuatan hukum tetap, Selasa (3/4/2018) 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Obat keras dan narkotika dibakar, pisau dan senjata tajam sejenisnya digurinda menjadi beberapa potong. Sejumlah ponsel pun diketok dengan palu, kemudian tanpa ampun dilempar ke dalam kobaran api.

Itulah bagian pelaksanaan pemusnahan barang bukti (BB) perkara Pidana Umum (Pidum) yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Selasa (3/4/2018), di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser.

Pengadilan telah memutuskan semua barang bukti dirampas untuk dimunsnahkan. Sebagai eksekutor, kejaksaan menurut Kasi Pidum Kejari Paser Mohamad Mahdy, wajib melaksanakan keputusan pengadilan.

Baca: Dua Hari Peristiwa Tumpahan Minyak, Jalur Pelayaran Resmi Dibuka

“Yang kita musnahkan adalah perkara dari bulan Januari sampai sekarang, perkara yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Kasi Pidum Kejari Paser Mohamad Mahdy SH MH.

BB yang dimusnahkan berupa perkara asusila (persetubuhan), pembunuhan, kehutanan, tipiring, sajam, pencurian, obat keras dan narkotika.

"Untuk narkotika yang dimusnahkan adalah sisa hasil lab forinsik, karena sebagian besar sudah dimusnahkan di kepolisian saat proses penyidikan, jadi yang kita musnahkan sampelnya saja,” sambungnya.

Baca: Hadapi Real Madrid, Allegri Harap Dybala Beri Penampilan Terbaik

Pemusnahan BB perkara Pidum ini dihadiri Kasat Reserse Narkoba Polres Paser AKP Ahmad Tonangi dan perwakilan Pengadilan Negeri (PN) Tanah Grogot, serta jajaran Kejari Paser.

Pada kesempatan itu, Mahdy menambahkan bahwa BB berupa kendaraan seperti truk, apabila diputuskan pengadilan dirampas untuk negara, maka BB itu akan menjadi pemasukan pemerintah dengan cara melelang terbuka kendaraan tersebut.

"BB kendaraan tidak masuk kategori dimusnahkan. Kemungkinannya hanya dua, dikembalikan ke pemiliknya atau kalau putusannya dirampas oleh negara, maka BB akan dilelang melalui instansi terkait dan pembelian dari lelang akan menjadi pemasukan negara," tambahnya.

Penulis: Sarassani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help