Pengembang Siapkan 150 Unit Rumah Murah Bersubsidi di Kukar, Catat Lokasinya

Jika ada guru yang minta dibangunkan rumah di lokasi lain, pihak developer bersedia membangunkannya asalkan luasan lahan tersedia minimal 1 ha

Pengembang Siapkan 150 Unit Rumah Murah Bersubsidi di Kukar, Catat Lokasinya
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS
Ilustrasi rumah murah 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - PT Berkat Alam Nusantara selaku pengembang menyiapkan 150 unit rumah murah bersubsidi buat para guru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Rumah murah ini akan dibangun di Desa Bukit Raya RT 05 Jalan Raya Tenggarong-Samarinda KM 07, Kecamatan Tenggarong Seberang, dengan luasan lahan 3 hektar.

"Saat ini kami sudah membangun 10 unit rumah di Tenggarong Seberang, bahkan 8 unit sudah ditinggali karyawan swasta dan PNS," ujar Rusdianto, Kuasa Komisaris PT Berkat Alam Nusantara usai Sosialisasi Rumah Murah Bersubsidi di Ruang Serbaguna Kantor Disdikbud Kukar, Rabu (4/4/2018).

Baca: Solar Subsidi Dihapus, Puluhan Sopir Truk Merugi

Program rumah murah bersubsidi dari pusat ini menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "Sehingga kami bekerja sama dengan Disdikbud untuk menawarkan kepada guru yang belum memiliki rumah agar mendapatkan rumah murah bersubsidi ini. Sasaran kita guru golongan III ke bawah yang penghasilannya di bawah Rp 4 juta," tuturnya.

Untuk pengembangan ke depan, pihaknya akan membangun rumah murah lebih banyak lagi. Maklum, luasan lahan yang tersedia untuk pengembangan mencapai 6 hektar di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang.

"Kami masih melihat antusias warga terhadap rumah murah ini," ujarnya.

Baca: Kesedihan Mantan Dirjen Hubla Jadi Tahanan KPK, Seperti Terkena Lepra Banyak Orang Menjauhinya

Jika ada guru yang minta dibangunkan rumah di lokasi lain, pihak developer bersedia membangunkannya asalkan luasan lahan tersedia minimal 1 ha dengan jumlah peminatnya minimal 20 orang.

"Untuk pembebasan lahannya, kami yang menanggungnya," ucap Rusdianto. Harga rumah murah bersubsidi ini ditawarkan Rp 142 juta yang bisa diangsur selama 10-50 tahun. Pemerintah menyubsidi sebesar Rp 4 juta untuk pembayaran DP, bebas PPN dan subsidi bunga cicilan menjadi 5 persen.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved