Dokter Terawan Tidak Pernah Beriklan dan Belum Terima Surat Pemecatan

Saya juga tidak tahu dari mana ada isu itu. Saya mau lihat langsung seperti apa iklannya, karena selama ini saya tidak merasa mengiklankan metode DSA

Dokter Terawan Tidak Pernah Beriklan dan Belum Terima Surat Pemecatan
Grid.ID
Ilustrasi Otak dan dokter Terawan 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kepala RSPAD Gatot Subroto, Dokter Terawan Agus Putranto membantah telah mengiklankan metode pengobatan radiologi intervensi dengan memodifikasi Digital Substraction Angiogram (DSA) atau akrab disebut metode 'Cuci Otak' ke publik.

Selama ini, kata dia, metode itu hanya diberikan bagi pasien yang benar-benar membutuhkan agar gangguan di kepalanya dapat segera pulih.

Metode yang sudah dipakai di berbagai negara itu, kata dia, harus dilakukan secara cermat, detail, dan penuh persiapan serta didukung dengan doa. Tidak bisa semua pasien ditangani dengan metode tersebut.

"Saya juga tidak tahu dari mana ada isu itu. Saya mau lihat langsung seperti apa iklannya, karena selama ini saya tidak merasa mengiklankan metode DSA," tegasnya di Gedung RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/4).

Terlebih, dirinya yang juga merupakan anggota TNI dengan pangkat Mayor Jenderal, menegaskan akan sangat berbahaya jika hal itu diiklankan. "Kecuali kalau memberi penjelasan teknis. Itu tugas saya karena berhubungan dengan kejujuran seorang dokter," tuturnya.

Terawan Agus Putranto juga menegaskan hingga saat ini dirinya belum menerima surat dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terkait pemberhentian dirinya. Hal itu dikemukakan Terawan untuk melakukan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar belakangan ini.

"Sampai sekarang saya belum menerima surat dari PB IDI. Saya tidak banyak bisa berkomentar karena memang belum ada suratnya," jelas dia.

Dia menjelaskan, apabila yang dipermasalahkan adalah mengenai pengobatan Digital Subtraction Angiography (DSA), hal itu diakui olehnya adalah suatu cara pengobatan yang sudah dipresentasikan di Universitas Hasanudin, Makassar pada 2016 lalu. Pasalnya, metode itu juga menjadi disertasi dirinya untuk meraih gelar doktor dalam ilmu radiologi intervensi.

"Metode ini kami riset bersama lima orang doktor lainnya dan sudah menghasilkan 12 jurnal internasional," jelasnya. Sehingga menurutnya, metode itu sudah diuji secara ilmiah di universitas terpandang dan harus dihargai oleh pihak-pihak lain.

Dibela KSAD
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono angkat bicara soal diberhentikannya Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Mulyono mempertanyakan dasar IDI mengambil keputusan tersebut. "Sekarang salahnya dokter Terawan di mana? Ya, kecuali yang diobati mati kabeh. Ya, gimana, yang diobati merasa enak, sembuh, berarti ilmunya benar," ujar Mulyono.

Meski demikian, Mulyono tak mau mengintervensi keputusan IDI tersebut. Ia hanya menyarankan agar IDI dan dokter Terawan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan. "Kenapa enggak duduk bersama, komunikasi dari IDI. 'Terawan, kamu itu sebenarnya bagaimana sih?' Duduk bersama malah lebih bagus, bukan malah otot-ototan masalah aturan," ujar dia.

Mulyono menegaskan, akan tetap membela salah satu anak buahnya tersebut. "Ya, bela lah sepanjang kita bagus, memangnya kenapa? Wong IDI enggak pernah komunikasi ke saya, dia main tembak-tembak sendiri memangnya dia siapa?" lanjut dia.

Mulyono menyerahkan persoalan tersebut kepada Kepala Pusat Kesehatan TNI AD. Terutama soal izin tugas dokter Terawan di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat. Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI Prijo Sidipratomo sebelumnya mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan lantaran Terawan dianggap melanggar kode etik kedokteran.

"Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah dokter," ujar Prijo.(*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help