Dokumen RUKD Kalimantan Utara Sudah Hampir Rampung, Ini Proyeksi Kebutuhannya

Dokumen yang mengatur proyeksi-proyeksi pemenuhan listrik di daerah tersebut diklaim sedang beproses di Biro Hukum.

Dokumen RUKD Kalimantan Utara Sudah Hampir Rampung, Ini Proyeksi Kebutuhannya
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Seorang pedagang asongan di kawasan Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor menggunakan nyala api lilin sebagai sumber cahaya di tengah kondisi mati listrik yang melanda Tanjung Selor beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Penyusunan Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD) sudah melalui tahap final.

Dokumen yang mengatur proyeksi-proyeksi pemenuhan listrik di daerah tersebut diklaim sedang beproses di Biro Hukum.

Kepala Bidang Kelistrikan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara, Yosua Batara Bayangan, menjelaskan RUKD Kalimantan Utara sudah disepakati oleh Dewan Energi Nasional dan sudah dikonsultasikan dengan DPRD.

"Kita berharap tahapan di Biro Hukum cepat selesai, kemudian ditandatangani oleh Gubernur," kata Yosua kepada Tribun, Kamis (12/4/2018).

Proyeksi-proyeksi kebutuhan listrik untuk sejumlah proyek di Kalimantan Utara diklaim Yosua sudah terakomodir seluruhnya dalam RUKD. RUED akan berlaku sampai 2037 nanti.

Yosua mengatakan, dokumen RUED merupakan pijakan pembangunan dan pemenuhan kelistrikan ke depan baik untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, hingga industri.

Dalam dokumen itu, diketahui kebutuhan listrik Kalimantan Utara pada tahun 2037 mencapai 11.970 Mega Watt (MW).

Baca juga:

Divonis 9 Bulan Atas Kepemilikan Senpi, Begini Reaksi Keras Mujakir

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help