Agar Warga Ikut Berbondong, KPU Akan Coklit Tokoh Masyarakat Lebih Dulu

"Supaya publik melihat dan mengajak mereka juga untuk aktif dalam mensukseskan tahapan pemutakhiran data pemilih ini," ujarnya.

Agar Warga Ikut Berbondong, KPU Akan Coklit Tokoh Masyarakat Lebih Dulu
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Petugas menyortir surat suara pemilu 2014 di Gedung wanita Bulungan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Muhamad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih lewat sistem pencocokan dan penilitian (coklit) ke rumah-rumah penduduk, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan dibantu banyak tenaga penyelenggara di tingkat bawah utamanya Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih).

KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, serta PPK dan PPS juga turun melakukan coklit. Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami mengatakan, setiap komisioner KPU bahkan diberi target mencoklit 5 (lima) orang.

"Semua bekerja mulai komisioner KPU sampai Pantarlih. Kita akan berbagi tugas semuanya. KPU Kalimantan Utara juga kan berbagi tugas ke lima kabupaten/kota," sebutnya saat disua Tribun, Minggu (15/4/2018) di Taman Sungai Kayan, Tanjung Selor.

Baca juga:

Perkokoh Komposisi Skuat, Liverpool Siap Kejar Gelandang Real Madrid

Sempat Ribut dengan Vicky Prasetyo di Program Siaran Televisi, Angel Lelga Berikan Klarifikasi

Simulasikan Berduet di Pilpres dengan Ruhut Sitompul, Hotman Paris: Musuh Abadi

Minta Jaminan Perlindungan Data, Warga Asia Kirim Surat Terbuka untuk Bos Facebook Mark Zuckerberg

Dalam melaksanakan coklit, tahap pertama yang disasar adalah tokoh masyarakat. Tujuannya menarik simpati warga lain untuk mengikuti proses coklit.

"Supaya publik melihat dan mengajak mereka juga untuk aktif dalam mensukseskan tahapan pemutakhiran data pemilih ini," ujarnya.

Pantarlih akan mendatangi setiap rumah penduduk. Mereka sudah diberi bimbingan teknis agar kegiatan coklit disesuaikan dengan jam-jam tertentu.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help