Darurat Narkoba

Bawa Sabu dalam Sandal, Pria Samarinda Diupah Rp 50 Juta

Aparat kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika golongan 1 jenis sabu asal Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Bawa Sabu dalam Sandal, Pria Samarinda Diupah Rp 50 Juta
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Abdi bin Musa (45) dan barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu saat diamankan di Markas Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Aparat kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika golongan 1 jenis sabu asal Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Untuk mengelabui petugas, Abdi bin Musa (45) menyembunyikan sabu seberat 500 gram yang dbawanya ke dalam sandal selop merk Polo yang dikenakannya.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Letkol Laut (P) Ary Aryono mengatakan, sabu tersebut akan dikirimkan ke pemesan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Pelaku akan menerima upah seperti kesepakatan. Hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku menerima imbalan sebesar Rp 50 juta setiap kali berhasil meloloskan narkoba ke Palu,” ujarnya, Sabtu (15/4/2018).

Baca: Bandar Ngaku Terima Paket dari Wanita, Tak Disangka Sabu Berasal dari Daerah Ini

Warga Jalan Marsda A Shaleh Nomor 110 RT 40, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Tumur ini mengaku sebelumnya sudah pernah berhasil meloloskan sabu dalam jumlah cukup besar.

"Pengakuannya sudah dua kali. Pertama seberat 250 gram lolos sampai Kota Palu. Ini yang kedua juga mau dibawa ke Palu," katanya.

Pengungkapan kasus ini dilakukan Tim gabungan Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan dan Pangkalan TNI AL Nunukan serta Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan, setelah mendapatkan informasi adanya seseorang yang hendak menyelundupkan sabu dari Perairan Sebatik ke Kota Tarakan, Jumat (13/4/2018) lalu.

Baca: Bergulat dengan Polisi, Bandar Sabu pun Keok; Begini Nasibnya Sekarang

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help