KPU Kaltara Belum Mau Berasumsi Peluang Perubahan DPT Jelang Pemilu 2019

Setelah dilakukan coklit, akan didapatkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). DPS akan diumumkan pada 18 Juni 2018-1 Juli 2018.

KPU Kaltara Belum Mau Berasumsi Peluang Perubahan DPT Jelang Pemilu 2019
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Kotak suara berisi berbagai macam logistik pemungutan suara pilkada serentak Desember 2015 diabadikan di gedung BPU Bulungan, Jalan Dipenegoro, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tahapan pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak mulai dilaksanakan pada 17 April sampai 17 Mei 2018.

Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami mengemukakan, KPU RI sengaja merancang tahapan pemutakhiran data itu untuk memberikan jeda waktu yang panjang sebelum tiba masa pemilu serentak pada 17 April 2019 nanti.

"Pemilu satu tahun lagi. Kita melakukan coklit lebih awal supaya penyelenggara ada waktu cukup panjang. Kita bisa lebih jauh memperbaiki data-data kependudukan pemilih," katanya saat disua usai gelaran Senam Sehat KPU Kalimantan Utara di Taman Sungai Kayan Tanjung Selor, Jalan Katamso, Tanjung Selor, Minggu (15/4/2018).

Baca: Awal Mei Taman Bertuah dan Berkampung Dilengkapi WiFi

Setelah dilakukan coklit, akan didapatkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). DPS akan diumumkan pada 18 Juni 2018 sampai 1 Juli 2018.

Setelah pengumuman, masyarakat diberi waktu untuk sejak 18 Juni sampai 18 Juli untuk memberi masukan dan tanggapan atas DPS.

Baca: Bawa Sabu dalam Sandal, Pria Samarinda Diupah Rp 50 Juta

"Nanti ada masa perbaikan DPS. Hasilnya nanti adalah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan DPSHP). Setelah itu nanti baru kita tetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT)," ujarnya.

DPT diumumkan mulai 28 Agustus 2018 nanti. Suryanata tak mau berasumsi terlalu jauh soal DPT.

Baca: Puluhan Ruas Jalan di Tarakan Dilakukan Peningkatan dan Perbaikan

DPT sebutnya sangat dinamis. Bisa berkurang, bisa juga bertambah dibandingkan dari DPT pemilu 2014.

"Misal ada penduduk yang pemilu 2014 kemarin namanya belum jadi pemilih, tahun 2019 namanya sudah masuk. Atau ada bisa juga TNI/Polri yang sebelumnya tidak memilih, karena sudah memasuki masa pensiun akhirnya bisa memilih di 2019," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help