Pilgub Kaltim 2018

Mantan Kapolda Kaltim Ceramahi Ratusan Anggota GP Ansor dan Banser soal Kebhinnekaan

Faktornya sendiri beraneka ragam. Mulai dari suku, ras, adat, budaya, agama, letak geografis, serta bahasa.

Mantan Kapolda Kaltim Ceramahi Ratusan Anggota GP Ansor dan Banser soal Kebhinnekaan
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Safaruddin menyampaikan materi kebangsaan di hadapan ratusan anggota GP Ansor dan Banser Kota Balikpapan, Minggu (15/4/2018) di Gedung Graha Pemuda KNPI Balikpapan. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Irjen (purn) Pol Safaruddin memaparkan materi kebangsaan berjudul 'Politik Internasional dan Dampaknya bagi NKRI yang Ber-Bhinneka'.

Materi tersebut disampaikan di hadapan ratusan anggota GP Ansor dan Banser Kota Balikpapan, Minggu (15/4/2018).

Calon walkil gubernur Kaltim ini dipercaya menjadi pemateri dalam Diklat Terpadu Dasar II di Gedung Graha Pemuda KNPI Balikpapan.

Safaruddin memulai bicara dengan pemaparan latar belakang terbentuknya negara Indonesia dengan kebhinekaannya.

Dengan keanekaragaman suku, budaya, ras, bahasa, dan agama diperlukan medium memersatukan hal itu semua.

Jawabannya empat pilar penjaga, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kita bisa melihat bagaimana ketika Indonesia di masa penjajahan Belanda, Inggris, Portugis, Jepang. Fase common enemy itu kemudian berujung pada fase common interest, dimana ada gejolak untuk merebut kemerdekaan. Contohnya kemunculan Budi Utomo, Sumpah Pemuda 1928, sampai proklamasi 1945," ucap Safaruddin yang mengenakan almamater loreng khas Banser.

Safaruddin menyampaikan materi kebangsaan di hadapan ratusan anggota GP Anshor dan Banser Kota Balikpapan, Minggu (15/4/2018) di Gedung Graha Pemuda KNPI Balikpapan.
Safaruddin menyampaikan materi kebangsaan di hadapan ratusan anggota GP Ansor dan Banser Kota Balikpapan, Minggu (15/4/2018) di Gedung Graha Pemuda KNPI Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI)

Usai masa-masa sukar tersebut, kata dia, Indonesia kemudian memasuki babak baru.

Masa pemberontakan terjadi di tanah air yang dilakukan oleh PKI, DI/TII, sampai kemunculan Kahar Muzakar.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help