3 Kali Berkas Dikembalikan Kejaksaan, Akhirnya Berkas Perkara Kasus Ini P21!

Sebut Risno, usai berkas perkara dinyatakan lengkap, pihaknya saat ini tengah menyiapkan proses tahap kedua dalam penanganan kasus ini.

3 Kali Berkas Dikembalikan Kejaksaan, Akhirnya Berkas Perkara Kasus Ini P21!
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setelah 3 kali berkas penyidikan dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, kasus sodomi yang diduga dilakukan P, tokoh pemuda segudang prestasi yang juga mantan pemimpin Green Generation Indonesia akhirnya dinyatakan P21 oleh Kejati Kaltim.

"Berkas sudah P21. Dinyatakan lengkap oleh Kejati Kaltim pada 10 April kemarin," kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto melalui Kasubdit Renakta, AKBP Risno SIK, Senin (16/4/2018).

Sebut Risno, usai berkas perkara dinyatakan lengkap, pihaknya saat ini tengah menyiapkan proses tahap kedua dalam penanganan kasus pelecehan seksual di bawah umur sesama jenis yang dilakukan P.

Penyidik bakal menyerahkan tanggung jawab tersangka beserta barang bukti ke pihak kejaksaan. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka (P), untuk kemudian diserahkan ke Kejaksaan.

"Dalam minggu ini. Yang bersangkutan ini kan tidak dalam tahanan posisinya. Tinggal kita panggil, sejauh ini ia kooperatif," tuturnya.

Baca juga:

Perkokoh Komposisi Skuat, Liverpool Siap Kejar Gelandang Real Madrid

Sempat Ribut dengan Vicky Prasetyo di Program Siaran Televisi, Angel Lelga Berikan Klarifikasi

Simulasikan Berduet di Pilpres dengan Ruhut Sitompul, Hotman Paris: Musuh Abadi

Minta Jaminan Perlindungan Data, Warga Asia Kirim Surat Terbuka untuk Bos Facebook Mark Zuckerberg

Untuk diketahui, P diamankan pada 16 November 2017 lalu di Yogjakarta. Pengungkapan kasus berawal dari kerja sama Ditreskrimum Polda Kaltim dengan Kementerian, LSM, serta Dinas terkait lainnya.

Kepolisian menerima informasi secara tertutup mengenai dugaan perilaku cabul yang tersangka lakukan pada 20 Oktober 2017. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan awal dengan mendatangi sejumlah remaja yang diduga merupakan korban dari tersangka.

Berawal dari empat, berkembang hingga sembilan orang korban. Petugas menemukan fakta di mana P terbukti melakukan tindakan yang disangkakan, yakni pelecehan seksual sesama jenis terhadap anak di bawah umur. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved