9 Fakta Mohamed Salah yang Jarang Diungkap ke Publik, Nomor 9 Bikin Tambah Kagum

Mohamed Salah (orang Inggris kerap menyingkat nama Mohamed menjadi Mo) memang menjadi pemain fenomenal di Liga Inggris musim ini

9 Fakta Mohamed Salah yang Jarang Diungkap ke Publik, Nomor 9 Bikin Tambah Kagum
(AFP/PAUL ELLIS)
Mohamed Salah merayakan gol Liverpool ke gawang Manchester City pada laga perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Selasa (10/4/2018). 

Tak cukup mudah menjadi seorang muslim di Eropa.

Mo Salah pernah dihujani kritik oleh warga Mesir, setelah dia diundang jadi bintang tamu sebuah acara televisi di Swiss.

Saat itu Salah masih bermain di Liga Swiss, bersama FC Basel.

Salah menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Swiss.

Di acara itu, dia mendapat kecupan dari presenter wanita cantik.

Dia pun dihujani kritik di Mesir, menganggap bahwa hal itu tak pantas dilakukan seorang muslim.

Salah pun mengeluh : "Mereka lupa penghargaan yang saya terima, dan malah fokus ke momen ciuman,"

"Di Swiss, semua orang menghormatiku, sementara di kampung halaman, aku malah dicerca," ujar Salah.

Menurut Salah, dia hanya menghormati budaya bangsa lain, di mana dia akan dianggap tidak sopan bila tiba-tiba menolak untuk dikecup oleh si presenter.

4. Tentara

Mo Salah (kanan) dalam seragam militer (sportkeeda)
Mo Salah (kanan) dalam seragam militer (sportkeeda) 

Tahukah anda, Salah pernah nyaris jadi tentara di Mesir.

Mesir adalah negara yang menerapkan wajib militer.

Semua orang harus bertugas jadi tentara, kecuali beberapa profesi yang menjadikan lolos dari program wamil ini.

Termasuk pesepakbola.

Nah, saat didatangkan Chelsea dari FC Basel, status Salah tak jelas.

Ujung-ujungnya, dia tak masuk dalam daftar warga negara yang bebas wamil.

Pejabat asosiasi sepakbola Mesir, Ahmed Hassan, kemudian membantu situasi Salah, dan memasukkan nama Salah sebagai pesepakbola yang bekerja di Inggris.

Salah pun terbebas dari tugas wamil.

5. Super Cepat

Mohamed Salah dikenal sebagai pemain yang sangat cepat.

Pemain Real Madrid, Raphael Varane tak malu mengakuinya.

Ia pernah bertugas menjaga Salah saat Madrid bersua AS Roma.

Dia kerap kewalahan mengimbangi lari Salah.

Padahal, Varane berstatus sebagai pemain tercepat di Madrid, mengalahkan Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo!

6. Menangis Meski Menang

Dikutip dari situs resmi AS Roma, Mohamed Salah sejatinya mengawali karir sebagai bek sayap.

Dia memulai karir sebagai pesepakbola muda di klub Mesir, El Mokawloon.

Da kerap memohon ke pelatih, agar diberi kesempatan bermain sebagai penyerang, bukannya bek sayap.

Pernah, timnya menang 4-0 dan Salah ikut bermain.

Bukannya merayakan, dia malah menangis.

Dia sedih, karena tak ikut mencetak gol.

Baca: Peringati 1 Dasawarsa, Begini Lenggak-lenggok Perwakilan Panwaslu Kabupaten/Kota dengan Baju Adat

7. Sosok Religius

 Mohamed Salah kembali menunjukkan sisi religius usai Liverpool bertandang ke Selhurst Park untuk melawan Crystal Palace pada hari Sabtu (31/3/2018).

Hal tersebut diketahui secara tidak sengaja saat Dejan Lovrenmengunggah sebuah video Instagram Stories seusai pertandingan.

Serambinews.com melansir Bolaspor.com, Dalam video tersebut Mohamed Salah sedang sibuk dengan gawainya saat berada di pesawat.

Hal tersebut kemudian disadari oleh para netizen.

"Bawa Al Quran dia, kurang keren apa coba Salah?," kata akun @adhimasadli.

"Salah bawa Al Quran bro, idola," kata akun @wahyurizky9.

"Fokus ke Quran-nya," kata akun @siblyy.

Pemain berusia 25 tahun itu memang terkenal dengan kereligiusannya.

Bahkan, keyakinan Salah yang dikenal sebagai seorang pemain Muslim di sepak bola Inggris menjadi inspirasi fan.

8. Selebrasi Sujud Syukur

Banyak cara yang dilakukan pesepakbola dalam meluapkan kegembiraan usai mencetak gol. Tak jarang, selebrasi unik pun dipertontonkan menurut identitas personal masing-masing pemain.

Cristiano Ronaldo misalnya. Bintang Real Madrid dan timnas Portugal ini identik dengan melompat dan membelakangi penonton sembari meregangkan kedua tangan dan kakinya usai mencipta gol.

Beberapa pesepakbola yang taat agama juga punya cara lain untuk mengekspresikan kegembiraannya usai mencetak gol. Seringkali menengadahkan tangan ke atas seraya bersyukur.

Mohamed Salah Ghaly, satu di antara pesepak bola Islam yang tak sungkan menunjukkan identitasnya sebagai muslim yang taat. Ia mengekspresikan kegembiraannya dengan sujud syukur di lapangan.

Dikutip Serambinews.com dari CNN, Pemain kelahiran Mesir, 15 Juni 1992, ini kerap menengadahkan pandangannya ke langit sambil menunjuk ke atas. Setelah itu, ia bersimpuh ke tanah, pertanda sujud syukur kepada sang khalik.

Salah memang terlahir dari keluarga muslim yang taat. Magi, istri Salah, bahkan menamai anaknya Makka yang terinspirasi dari Mekkah, kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Pemilihan nama Makka berlangsung cepat tanpa perdebatan. Magi mengusulkan Makka karena menyukai kota tersebut dan Salah langsung menyetujuinnya.

9. Selalu membaca Al-Quran

Mohamed Salah memang dikenal sebagai muslim yang taat.

Ia sosok orang Mesir yang lahir dan besar di perkampungan sederhana, Nagrig di wilayah bagian barat Mesir yang dikenal dengan Gharbiya.

Salah meraih prestasi menjulang seperti sekarang ini tidaklah mudah.

Ia harus melalui lika-liku kehidupan yang penuh perjuangan dan optimisme.

Kebiasaan Mohamed Salah yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang adalah mengkhatamkan al-Quran.

Sebelum bertanding ia terlihat membaca Al-Quran.

Salah juga selalu datang ke masjid untuk melaksanakan shalat.

Karenanya, para Liverpuldian jika ingin berjumpa Salah dan mengabadikan foto dengan Salah cukup datang ke masjid.

Jika pulang kampung, Salah tidak pernah absen menunaikan shalat di masjid.

Mohamed Salah tidak lupa tanah kelahirannya dengan membantu orang-orang miskin, rumah sakit, sekolah, dan teman-temannya di masa kecil dulu.

Bahkan, ia masih bermain bola bersama teman-temannya.

Ia berlatih serius, hingga akhirnya meraih mimpinya untuk bermain sepakbola di klub prestisius dan liga yang paling keras di dunia. (*)


Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help