Antisipasi Gizi Buruk di Pedalaman dengan Anggaran Dana Desa

Kebanyakan kasus gizi buruk, selalu menimpa di kalangan keluarga tidak mampu. Seperti pula di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir.

Antisipasi Gizi Buruk di Pedalaman dengan Anggaran Dana Desa
Ilustrasi - Balita korban gizi buruk 

MALINAU, TRIBUN - Kebanyakan kasus gizi buruk, selalu menimpa di kalangan keluarga tidak mampu. Seperti pula di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, Kaltara.

Keterbatasan pendidikan, pengetahuan, ekonomi dan pengalaman membuat ayah dari Albi penderita gizi buruk di salah satu desa pedalaman di Malinau tidak tahu harus berbuat apa kepada anaknya.

"Oleh karenanya, kami nantinya mencoba untuk memasukan permohonan agar dapat dianggarkan ke Anggaran Dana Desa (ADD) yang berasal dari APBN. Dana tersebut nantinya, kita gunakan untuk mengantisipasi masuknya kasus gizi buruk ini ke Desa Long Sule. Untuk detailnya, nanti kita akan bicara kepada aparatur desa lainnya. Teruma, kepada Kepala Desa," ujar Kaur Keuangan Desa Long Sule, Agus Purwanto.

Selain itu, Agus menyatakan, nantinya desa juga akan mengupayakan adanya pekerjaan untuk keluarga tidak mampu di desa penghasil anyaman rotan ini.

Setiap kegiatan pembangunan di desa, Agus nantinya, akan mengajak keluarga tidak mampu untuk terlibat dalam proses pengerjaan pembangunan.

"Jadi, kalau seperti ini kan mereka bisa dapat penghasilan. Tapi, kita lihat saat ini di Long Sule belum ada pekerjaan fisik bangungan. Tapi, tahun ini nampaknya ada. Jadi, mereka bisa langsung kita libatkan. Kalau untuk dana Gerdema, kita tidak bisa harapkan. Sebab, tidak ada dana untuk pembangunan fisik maupun non fisik saat ini," tuturnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved