Kerap Diguyur Hujan, Dinkes Berau Imbau Warga Waspadai DBD

Musim hujan menyebabkan munculnya genangan, yang ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak

Kerap Diguyur Hujan, Dinkes Berau Imbau Warga Waspadai DBD
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Untuk mengantisipasi luapan air saat musim hujan, sekaligus meminimalisir genangan air yang menjadi tempat berkembang nyamuk DBD, petugas kebersihan dari DLHK membersihkan seluruh jaringan drainase. 

TRIBUNKALTIM.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyebutkan, ada enam kawasan sebagai endemik DBD, diantaranya di kawasan Jalan Durian I, Jalan Durian II dan III, kawasan Jalan Manggis, kawasan Gunung Panjang, sekitar Jalan Pulau Panjang hingga menyebar ke Gunung Tabur dan Kelurahan Rinding Teluk Bayur.

Bahkan, kasus DBD juga bermunculan di kecamatan jauh seperti di Kecamatan Segah, Talisayan, Batu Putih hingga kecamatan terjauh, Bidukbiduk.

Baca: Waspada, Ini Bahayanya Kalau Baju Baru Langsung Dipakai tanpa Dicuci Dahulu

Musim hujan menyebabkan munculnya genangan, yang ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Nyamuk jenis ini dikenal sebagai pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Totoh Hermanto mengimbau kepada masyarakat untuk untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Dengan melakukan pembersihan saluran drainase, membersihkan sampah yang menjadi genangan air. Karena nyamuk Aedes Aegypti ini berkembangbiak dalam genangan air,” kata Totoh, Senin (16/4/2018).

Baca: Lagi, Peredaran Miras Oplosan Cap Tikus di Balikpapan Digagalkan Polisi

Untuk mencegah munculnya kejadian luar biasa (KLB) akibat DBD ini, Dinas Kesehatan harus kerja ekstra meredam penyebaran DBD. Salah satunya dengann melakukan fogging (pengasapan) di sejumlah kawasan yang dianggap rawan.

“Setiap hari kita lakukan fogging, lokasi-lokasi yang dianggap rawan kita foging," ujarnya. Totoh menambahkan, pengasapan hanya efektif pada nyamuk Aedes Aegypti dewasa, sementara jentik-jentik nyamuk tak terpengaruh dengan pengasapan.

“Jadi tidak cukup dengan foging, harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pemberian abate ke tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.

Baca: Tanggapi Unggahan Denny Siregar, Rocky Gerung : Sebesar Apa Bisul di Otakmu

Totoh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta membasmi nyamuk Aedes Aegypti dan jentik-jentiknya. 

“Upaya yang kami lakukan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat. Harus ada kesadaran dari warga dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi genangan-genangan air,” ujarnya.

Baca: Pantes Raditya Dika Terpikat, Lihat Gaya Busana Anissa Aziza, dari Simpel Sampai Feminim

Menurut dia, mengatasi kasus DBD memang sulit, terutama di musim penghujan. Kondisi ini membuat nyamuk Aedes Aegyptiberkembang biak dengan cepat. “Sekarang memang cukup sulit diatasi karena masih musim penghujan dan pertumbuhan jentik-jentik menjadi nyamuk itu fase-nya hanya beberapa minggu untuk menetas,” bebernya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help