Pasien Gizi Buruk Ditemukan, Awalnya Keluarga tak Tahu

Petugas kesehatan baru mengetahui ada pasien gizi buruk saat melaksanakan pengecekan kesehatan keliling desa.

Pasien Gizi Buruk Ditemukan, Awalnya Keluarga tak Tahu
Ilustrasi - Balita korban gizi buruk 

MALINAU, TRIBUN - Tidak mengetahui dengan jelas kondisi kesehatan balita, jangan sampai terjadi kepada seluruh keluarga. Sebab, banyak penyakit menghinggap apabila kondisi ini berlaku dalam keluarga. Seperti halnya di Malinau, salah satu keluarga di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir tidak mengetahui kalau anak kandungnya mengalami gizi buruk.

Tubuh balita tidak mau meninggi atau bertubuh pendek (Stunting) disertai badan balita kurus, tidak dianggap oleh keluarga Bapak Yohanes sebagai kelainan dari pertumbuhan anaknya. Ketika mulai sadar dengan kelainan tersebut, anak itu langsung didiagnosa sebagai pasien gizi buruk.

Hal ini pun, baru diketahui oleh petugas kesehatan di Puskesmas Long Sule sekira sebulan lalu.
Kaur Keuangan Desa Long Sule, Agus Purwanto mengungkapkan, awalnya petugas kesehatan di Long Sule tidak mengetahui adanya kejadian ini.

Petugas kesehatan baru mengetahui, disampaikan Agus, saat petugas kesehatan melaksanakan pengecekan kesehatan keliling desa. Setelah mengetahui ada kejadian ini, petugas kesehatan langsung melakukan penanganan.

"Benar, di desa kami ada kasus gizi buruk. Anak tersebut berjenis kelamin laki-laki, bernama Albi, berumur 18 bulan. Hal ini disampaikan kepada saya oleh Kepala Puskesmas Long Sule. Petugas kesehatan di Long Sule pun baru mengetahui kurang lebih satu bulan terakhir ini. Telat kita mengetahui, karena keluarga jarang membawa Albi ke puskesmas," jelasnya.

"Itupun, baru kita ketahui saat petugas kesehatan Puskesmas Long Sule berkeliling melakukan pengecekan kesehatan balita ke rumah-rumah. Mungkin, kalau tidak melakukan kegiatan itu kasus ini bisa jauh lebih lambat kita ketahui. Untuk desa ini, kasus ini pertama kali dan diderita oleh satu orang balita," lanjutnya.

Sesuai data yang disampaikan puskesmas pula, dibeberkan Agus, diketahui adanya kasus gizi buruk pada Albi, dengan melihat tinggi badan anak dari Ibu Laan ini hanya memiliki tinggi 66 centi meter. Kemudian, Albi juga hanya memiliki berat badan 5,6 kilogram saja. Atas dasar inilah, dituturkan Agus, puskesmas mendiagnosa gizi buruk pada Albi.

"Kalau dilihat dari pertumbuhan berat badan dan tingginya, ya tidak sesuai dengan umur Albi. Kemudian, dilihat pula dari faktor lainnya. Seluruh tenaga kesehatan dan dokter yang menangani menyatakan itu gizi buruk. Kalau di desa kami, ini termasuk kasus luar biasa. Sebab, ini baru pertama kalinya terjadi," tandasnya.

Ditanyakan soal ini kepada Kepala Pelayanan Dinas Kesahatan (Dinkes) Malinau, Nursalam menyatakan, mendengar adanya kasus ini di Desa Long Sule saat ia menjalankan Program Pelayanan Dokter Spesialis ke Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan beberapa waktu lalu. Namun, Nursalam tidak dapat memberikan keterangan soal kondisi kesehatan pasien.

"Memang, saya mendapat laporan dari Kepala Puskesmas Long Sule kalau ada pasien gizi buruk. Tapi, saya tidak tahu yang mana pasiennya. Soalnya, pada saat itu banyak sekali orang tua yang membawa balitanya untuk berobat saat kita menjalankan program itu. Nanti, saya coba tanyakan kembali kepada dokter atau petugas kesehatan lainnya," ujarnya saat dihubungi melalui telepon selularnya beberapa waktu lalu. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help