Perjuangan Korban Abu Tours, Lengkapi Data dan Bawa Bukti ke Dewan dan Polisi

Sumiyati dan Saipul mewakili lebih dari 70 jamaah menyerahkan sejumlah bukti daftar jamaah PT AT ke DPRD Samarinda.

Perjuangan Korban Abu Tours, Lengkapi Data dan Bawa Bukti ke Dewan dan Polisi
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
DIKONTRAKKAN-Kantor Abu Tours yang tutup tanpa aktifitas kini terpajang poster dikontrakkan di jalan Ahmad Yani Kota Samarinda, Senin (16/8). 

SAMARINDA, TRIBUN - Para korban PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tour (AT), tak lelah memerjuangkan nasib mereka. Melalui perwakilannya, para jamaah AT kembali mendatangi DPRD Samarinda, Senin (16/4).

Sumiyati dan Saipul yang mewakili lebih dari 70 jamaah, diterima Komisi I, DPRD Samarinda. Kali ini, perwakilan jamaah menyerahkan sejumlah bukti daftar jamaah PT AT ke DPRD Samarinda. "Dulu kami pernah mengadu ke DPRD Samarinda. Hanya waktu itu belum bawa data jamaah. Nah, hari ini kami sertakan datanya," kata Sumiyati.

Berdasarkan data yang diserahkan ke DPRD Samarinda, total jamaah sekitar 283 orang dengan jumlah kerugian ditaksir sekitar Rp 4,2 miliar. "Ini jamaah yang langsung beli paket umrah dengan PT AT. Bukan yang melalui agen/mitra AT," ungkap Sumiyati, yang dipercaya menjadi Ketua Perwakilan Jamaah AT di Samarinda.

Baca: Di Madrasah Ini, Murid-muridnya Dulu Suka Ngelem

Baca: Limpahkan LP Korban Abu Tours di Kaltim ke Polda Sulsel, Dalam 3 Bulan Tercatat Sejumlah Ini

Baca: Kantor Cabangnya Sudah Tak Ada, Begini Reaksi Calon Jemaah Abu Tours di Samarinda

Menurut Sumiyati, para jamaah AT yang diwakili olehnya menuntut uang mereka dikembalikan oleh PT AT. "Yang saya laporkan ini memang semuanya minta uang dikembalikan. Karena mereka umumnya sudah tidak percaya lagi dengan AT. Seandainya dikembalikan, kata mereka lebih baik tinggal tambah sedikit kalau ada rezeki daftar aja ke travel lain," kata Sumiyati.

Setelah dari DPRD Samarinda, Sumiyati dan rekannya juga menyerahkan data yang sama ke Polresta Samarinda. "Ini juga untuk melengkapi laporan kami sebelumnya. Kami lengkapi identitas diri berikut bukti-bukti pembayaran ke AT," katanya.

Sumiyati berfoto bersama Anggota Komisi I DPRD Samarinda
Sumiyati berfoto bersama Anggota Komisi I DPRD Samarinda (TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO)

Sementara di Balikpapan, korban PT AT semakin bertambah yang melapor ke Polda Kaltim. Senin (16/4), kembali 2 orang warga mendatangi markas kepolisian daerah untuk melapor lantaran jadi korban gagal umroh.

"Hari ini saja ada 2 orang yang melapor," kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto melalui Kasubdit II Harda Tahbang AKBP Eka Wahyudianta di Mapolda Kaltim. Sebanyak 11 Laporan Polisi yang ditangani Polda Kaltim terkait kasus travel umroh bermasalah Abu Tour di Kaltim sejak Februari 2018 hingga saat ini.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help