Republik Seychelles Beri Bantuan Rp 50 Miliar untuk Bangun Sektor Wisata di Derawan dan Maratua

Seperti di antaranya, basis ekonomi pariwisata yang mengandalkan dari investor swasta dan Badan Usaha Milik Negara.

Republik Seychelles Beri Bantuan Rp 50 Miliar untuk Bangun Sektor Wisata di Derawan dan Maratua
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Nico Barito, Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Sumber daya alam minyak bumi dan gas alam mulai menipis harga pasarannya.

Harga batubara pun anjlok di pasar dunia, menyebabkan dana bagi hasil Kalimantan Timur (Kaltim) semakin menurun.

Jumlahnya tidak lagi besar seperti tahun sebelumnya. Andalan pendapatan daerah Kaltim kini mengarah kepada investasi swasta dan kegiatan industri hilirisasi yang terbarukan.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kaltim, Zairin Zain, kepada Tribunkaltim di sela-sela acara Musrenbang Kaltim di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Senin (16/4/2018).

Acuan pembangunan ekonomi Kaltim mesti berubah, tidak lagi mengandalkan pada sektor alam yang tidak terbarukan seperti minyak, gas, dan batu bara.

Strategi kedepan, Kaltim melihat pada kacamata ekonomi yang berbasiskan pada ekonomi terbarukan.

Seperti di antaranya, basis ekonomi pariwisata yang mengandalkan dari investor swasta dan Badan Usaha Milik Negara.

"Kerja sama dengan swasta dan BUMN. Kita undang investor. Dana-dana yang keluar kita tarik lagi, kita kembangkan di sini (Kaltim),” ujarnya.

Sekarang ini ada langkah maju bagi Kaltim, seperti negara Republik Seychelles akan memberikan dana bantuan untuk kembangkan wisata di Kabupaten Berau sebesar Rp 50 miliar.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help