Saksi Sebut First Travel Pasang Jebakan Terkait Syarat Ketentuan Pemberangkatan Jamaah Umroh

Saksi adlaah Abdul Salam, calon jemaah First Travel yang menggunakan fasilitas umrah promo Rp 14.3 juta.

Saksi Sebut First Travel Pasang Jebakan Terkait Syarat Ketentuan Pemberangkatan Jamaah Umroh
Facebook
Anniesa Hasibuan dan Andika, dua bos First Travel, berpose dengan latar menara Eifel di Paris, Perancis, saat liburan sebelum mendekam di sel tahanan KPK. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Jaksa penuntut umum L Tambunan menyebut saksi meringankan untuk ketiga terdakwa bos First Travel mengungkap jebakan untuk calon jemaah First Travel saat mendaftar.

Saksi yang dihadirkan hari ini adlaah Abdul Salam, calon jemaah First Travel yang menggunakan fasilitas umrah promo Rp 14.3 juta.

Ia menjelaskan jemaah harus membayar terlebih dahulu sebelum mengisi formulir untuk syarat ketentuan umrah promo.

"Ada yang menarik dalam persidangan ini pengisian formulir Syarat Ketentuan Umrah Promo (SKUP) diisi dan ditanda tangani setelah calon jemaah itu membayar," ujar L Tambunan setelah persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (16/4/2018).

Jemaah Korban First Travel didampingi kuasa hukum di kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, Cilodong, Depok, Kamis (5/4/2018)
Jemaah Korban First Travel didampingi kuasa hukum di kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, Cilodong, Depok, Kamis (5/4/2018) (TribunJakarta.com/Muslimin Trisyuliono)

Menurutnya calon jemaah dijebak dengan alih-alih dalam SKUP jadwal keberangkatan umrah calon jemaah bisa ditunda sebanyak lima kali.

"Calon jemaah dijebak bayar dahulu baru disuruh menulis formulir yang berisi perjanjian yang disebut keberangkatan bisa ditunda lima kali. Ini merupakan jebakan pada calon jemaah," tambah dia.

Abdul Salam sudah menjadi jemaah First Travel sejak 2011 dan sudah berangkat tahun 2012 dan setiap tahunnya selalu mengikuti umrah.

"Dia sudah mulai berangkat sejak tahun 2012 dan pada faktanya paket promo 2017 bersama 8 orang keluarganya tidak berangkat dan diiming-imingi paket Ramadan Rp 2.5 juta dan tidak juga berangkat," ucap dia.

Ketiga terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun total kerugian mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 tahun lebih sampai seumur hidup.

 [Muslimin Trisyuliono]

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul First Travel Pasang Jebakan Terkait Syarat Ketentuan Umrah Promo, 

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved