Tokoh Politik Lain Diimbau Tidak Meniru Cara Berpolitik Amien Rais, Dinilai Tidak Sehat dan Elegan

Hamdi Muluk, menyesalkan pernyataan senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebutkan dikotomi partai Allah dan partai setan.

Tokoh Politik Lain Diimbau Tidak Meniru Cara Berpolitik Amien Rais, Dinilai Tidak Sehat dan Elegan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyampaikan pidato dengan tema kebangsaan pada Silaturahim Idul Fitri 1438 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, di Auditorium Mesjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang, Kota Bandung, Kamis (13/7/2017). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, serta ratusan anggota dan pengurus Muhammadiyah se-Jawa Barat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA — Pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menyesalkan pernyataan senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebutkan dikotomi partai Allah dan partai setan.

Menurut Hamdi, sebagai seorang tokoh politik, Amien Rais tak mencerminkan cara berpolitik yang sehat dan elegan.

"Upaya mendelegitimasi partai lain dengan mengatakan partai lain itu setan dan partai Allah itu basisnya apa? Yang jelas tidak ada rasionalitasnya," ujar Hamdi kepada Kompas.com, Senin (16/4/2018).

Hamdi mengungkapkan, dikotomi itu tak perlu dibawa dalam berpolitik.  Para elite parpol seharusnya berpolitik dengan berbasis argumentasi, logika, dan fakta. Caranya, dengan menyampaikan ideologi, visi dan misi, program, serta capaian prestasi kepada para calon pemilihnya.

"Cara-cara yang elegan biasanya, kan, mengungkapkan apa ideologi-ideologi partai, apa yang menjadi platform, program, dan semua berbasis argumentasi, faktual, dan rasionalistas. Itu yang sehat," kata Hamdi.

Hamdi mengatakan, cara berpolitik sehat dan elegan justru akan menjadi daya tarik untuk pemilih.  "Kalau pemilih kita bisa diyakinkan dengan cara-cara yang rasional, mengemukakan program, otomatis legitimasi jadi kuat dan mendelegitimasi lawan.

Misalnya, lawan partai itu tidak bagus, programnya tidak rasional, data-data menunjukkan begini, tinggal nanti lihat apakah pemilih percaya atau enggak," katanya.

Oleh karena itu, Hamdi mengimbau kepada para elite politik untuk tak menggunakan cara-cara buruk dan tak rasional hanya demi mendulang suara pemilih.

Dalam sebuah ceramah di Jakarta, Amien mendikotomikan adanya partai setan dan partai Allah. Awalnya, dia mengajak semua pihak, termasuk PAN, PKS, dan Gerindra, bersama umat Islam berjuang bersama membela agama.

Amien menyebutkan, sebaliknya, ada pula partai besar yang bergabung dengan partai setan. Namun, saat dikonfirmasi, partai mana yang dimaksud partai setan, dia enggan menjawab.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, pernyataan soal dikotomi partai setan dan partai Allah tidak mewakili partai.

“Ya, memang sudah diluruskan. Itu, kan, Pak Amin sebagai pembina atau penasihat Alumni 212. Itu juga ceramah di masjid habis shalat subuh, menjelaskan tentang teologi apa yang terkandung dalam Al Quran. Itu yang dijelaskan. Oleh karena itu, jangan dipersepsikan lain,” kata Zulkifli seusai membuka Rakerwil DPW PAN NTB di Mataram, Sabtu (14/4/2018) sore.

Ketika ditanyakan, apakah PAN kecewa atas pernyataan yang disampaikan Amien Rais itu, Zulkifli enggan berkomentar.

[Dylan Aprialdo Rachman]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pernyataan Amien Rais soal Partai Setan Tak Cerminkan Cara Berpolitik Sehat",

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help