Ahmad Dhani Terancam 6 Tahun Penjara, Bukannya Tegang, Malah Pamer Gaya Nyeleneh Selama Persidangan

"Dia digaji Rp 2 juta per bulan oleh terdakwa. Suryo Pratomo Bimo menyalin persis yang ditulis oleh Dhani, yang dikirim melalui pesan WhatsApp,"

Ahmad Dhani Terancam 6 Tahun Penjara, Bukannya Tegang, Malah Pamer Gaya Nyeleneh Selama Persidangan
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Musisi Ahmad Dhani (kanan) berada di dalam kendaraan seusai meninggalkan seusai menjalani pemeriksaan pada pelimpahan tahap dua (P21) kasus ujaran kebencian yang menjeratnya di gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (12/3/2018). (ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO) 

TRIBUNKALTIM.CO - Artis musik Ahmad Dhani telah menjalani sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Pentolan band Dewa 19 itu didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedyng Wibianto Atabay bahwa kicauannya dapat menimbulkan kebencian atau permusahan karena tiga kicauannya.

Tiga kicauan itu diunggah akun @AHMADDHANIPRAST dalam rentang waktu Februari-Maret 2017.

Kicauan-kicauan itu diunggah Dhani melalui seorang admin bernama Suryopratomo Bimo.

Dhani bahkan memberikan gaji sebesar Rp 2 juta per bulan kepada Bimo sebagai admin Twitter.

"Dia digaji Rp 2 juta per bulan oleh terdakwa. Suryo Pratomo Bimo menyalin persis yang ditulis oleh Dhani, yang dikirim melalui pesan WhatsApp," ucap jaksa.

"Saksi Suryo Pratomo Bimo melakukan perbuatan secara sengaja menyebarkan informasi menimbulkan rasa kebencian atau SARA," kata jaksa.

Baca: 5 Bukti Kutukan Panggung Indonesian Idol, Runner Up Lebih Ngetop dari Sang Juara!

Artis musik Ahmad Dhani tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian, Senin (16/4/2018).
Artis musik Ahmad Dhani tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian, Senin (16/4/2018). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Baca: Predikat Awet Muda Yuni Shara Runtuh Seketika Gegara Foto Ini, Bully Netizen Menusuk Hati

Dhani didakwa melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help