TribunKaltim/

Antisipasi Jatuh Korban Miras Oplosan, Polres Berau Jalankan Operasi Penertiban

Minuman keras ini, kata Tatok, diamankan dari berbagai warung yang menjual minuman keras secara diam-diam.

Antisipasi Jatuh Korban Miras Oplosan, Polres Berau Jalankan Operasi Penertiban
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Ratusan botol minuman jeras yang diamankan jajaran Satreskoba Polres Berau, dari sejumlah warung yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Jajaran Polres Berau, khususnya Satreskoba berhasil mengamankan ratusan botol dan kaleng minuman keras dari berbagai lokasi di Kecamatan Tanjung Redeb.

Kapolres Berau, AKPB Pramuja Sigit melalui Kasatreskoba, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, penyitaan ratusan miras merupakan hasil operasi selama dua hari terakhir.

“Karena maraknya kasus minuman keras oplosan yang di Jawa Barat, kami melakukan operasi untuk mencegah munculnya korban di Kabupaten Berau,” ungkapnya, Selasa (17/4/2018) pukul 18.50 Wita tadi.

Minuman keras ini, kata Tatok, diamankan dari berbagai warung yang menjual minuman keras secara diam-diam.

Tatok mengatakan minuman keras yang diamankan merupakan minuman beralkohol bermerek.

Baca juga:

Pushidrosal Ungkap Fakta Krusial; Ini Gambaran Peta Bawah Laut, Jangkar Ever Judger Kena Sorot!

Wah, Philippe Coutinho Bakal Kembali ke Anfield pada Akhir Musim, Ini Agendanya

Gerimis Iringi Pemakaman Enam Korban Kebakaran Sei Pinang Dalam

Laga Arema FC Kontra Persib Berakhir Ricuh, Sekjen PSSI Berikan Empat Catatan

Namun biasanya menjadi bahan utama untuk membuat minuman keras oplosan.

“Minuman beralkohol buatan pabrik ini biasanya dijadikan bahan utama, dicampur dengan macam-macam,” jelas Tatok.

Selain itu, operasi minuman keras ini juga berkaitan dengan operasi cipta kondisi menjelang Pemilihan Gubernur.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras.

Pasalnya, dalam banyak kasus tindak pidana seperti tindak kekerasan, pencabulan atau pelecehan seksual, hingga perkelahian yang berujung pada isu SARA, kebanyakan disebabkan pengaruh minuman keras. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help