TribunKaltim/
Home »

News

» Jakarta

Kebijakan Jokowi Tidak Pro Rakyat, Survei Ganti Presiden Meningkat

Penyebabnya, ujar Sudarto, kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi belum mampu mengatasi permasalahan masyarakat.

Kebijakan Jokowi Tidak Pro Rakyat, Survei Ganti Presiden Meningkat
TWITTER
Fadli Zon dan kaos #2019GANTIPRESIDEN 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Dalam survei itu juga didapatkan fenomena 46,7 persen responden memilih Presiden Jokowi diganti pada 2019 mendatang.

Pertanyaan yang diajukan yaitu apakah pada 2019 nanti sebaiknya Joko Widodo lanjut memimpin lagi menjadi Presiden Republik Indonesia atau sebaiknya digantikan oleh tokoh lain saja?

Menurut Sudarto, yang menjawab ingin Jokowi lanjut ke periode kedua 45,22 persen tapi ada 46,37 persen ingin diganti oleh tokoh lain. "Menurut kami ini adalah warning agak kuning kemerah-merahan bagi Jokowi," kata Sudarto.

Penyebabnya, ujar Sudarto, kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi belum mampu mengatasi permasalahan masyarakat.

"Mulai sembako mahal, pekerjaan susah, ekonomi sulit, listrik naik, itu masih jadi faktor utama masyarakat ingin mengganti Pak Jokowi dengan pemimpin lain. Walaupun di sisi lain masyarakat puas pada pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Meski demikian, hasil survei tersebut masih bisa berubah jika menjelang pemilihan nanti Pemerintahan Jokowi dapat mengubah perekonomian menjadi prorakyat.

"Ini bisa membaik atau tidak tergantung kebijakan Pak Jokowi. Jika tidak prorakyat, tidak yakin elektabilitasnya bisa meningkat," ujarnya.

Namun uniknya elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan. Dari pertanyaan semi terbuka yang diajukan pada responden menghasilkan 10 besar calon presiden, menempatkan Jokowi dan Prabowo di posisi pertama dan kedua.

"Jokowi masih berada di posisi pertama, besarannya 36,2 persen dipilih, kemudian Prabowo sebesar 20,4 persen," ujar Sudarto. Dari hasil survei Median pada April 2018, presentase Jokowi naik dari survei Median sebelumnya pada Februari lalu yaitu 35,0 persen. (*)


Gatot Ranking Ketiga versi Median
1. Joko Widodo: 36,2 persen
2. Prabowo Subianto: 20,4 persen
3. Gatot Nurmantyo: 7,0 persen
4. Jusuf Kalla: 4,3 persen
5. Anies Baswedan: 2,0 persen
6.  Muhamin Iskandar: 1,9 persen
7. Agung Harimurti Yudhoyono: 1,8 persen
8. Anis Matta: 1,7 persen
9. Hary Tanoesudibjo: 1,6 persen
10. TGB Zainul Majdi: 1,5 persen
=========================


Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help