Terjaring OTT, Pelaku Patok Tarif Lapak Pasar Sesuai Letak Strategis

"Aksi seperti ini biasanya terjadi saat pindahan pedagang ke lokasi jualan baru, itu dimanfaatkan pelaku untuk menarik tarif lapak," tutupnya.

Terjaring OTT, Pelaku Patok Tarif Lapak Pasar Sesuai Letak Strategis
IST_HUMAS POLRESTA SAMARINDA
OTT di Kantor Unit Pasar Merdeka Samarinda 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh kepala Unit Pasar Merdeka, hingga saat ini masih dalam penyedikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Samarinda.

Bahkan, hingga siang tadi, Kamis (19/4/2018) pelaku atas nama Arif Rahman Hakim (40) yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) itu masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tipiter.

Pelaku diamankan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tangan yang dilakukan oleh Satgas Saber Pungli kota Samarinda, pada Rabu (18/4/2018) kemarin, di kantor unit Pasar Merdeka, Jalan Merdeka, sekitar pukul 12.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, menjelaskan, praktek pungli jual beli lapak dagangan itu telah dilakukan oleh pelaku sejak bangunan baru Pasar Merdeka beroperasi.

Uang hasil pungli itu pun diduga masuk ke kantong pribadi pelaku, guna kepentinganya pribadi. Namun, hingga saat ini petugas masih menelusuri aliran uang tersebut.

"Kebijakan itu dibuat oleh pelaku sendiri, untuk kepentingan pribadinya. Namun kita masih lakukan pemeriksaan tentang ke mana mana saja uang itu digunakan oleh pelaku," tuturnya, Kamis (19/4/2018).

"Kalau memang ada aset pelaku hasil dari pungli itu, tentu kita akan lakukan penyitaan, tapi ini masih dilakukan pemeriksaan," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, aksi pelaku itu sudah sangat meresahkan pedagang, pasalnya pelaku mematok tarif yang bervariasi kepada pedagang sesuai dengan letak lapak yang diinginkan pedagang.

Tarif yang dipatok dari Rp 2 juta - Rp 12 juta.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help