Mudiyat Khawatir Peresmian Bandara APT Pranoto Jadi Ajang Pencitraan Politik

Sebelumnya dalam beberapa pernyataan, pemerintah provinsi menyebut akan melayani penerbangan nasional dan internasional.

Mudiyat Khawatir Peresmian Bandara APT Pranoto Jadi Ajang Pencitraan Politik
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Dirjen Kemenhub saat mengunjungi Bandara APT Pranoto Samarinda. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana peresmian Bandar Udara Aji Pangeran Temenggung (APT) Pranoto yang dijanjikan diresmikan 24 Mei 2018, jangan sampai dijadikan ajang politik untuk dimanfaatkan menaikkan citra pasangan calon (paslon) tertentu. ‎

Hal ini diungkapkan mantan anggota DPRD Provinsi Kaltim periode 2009-2014, Mudiyat Noor.

"Peresmian pemindahan bandara ini dikhawatirkan menjadi ajang politik pembuktian pencapaian pembangunan. Walaupun faktanya, ini adalah kemunduran dalam tata cara berpikir pemimpin dalam suatu persoalan," kata Mudiyat Noor, kepada Tribun, Kamis (26/4/2018).

Sebelum diresmikan, kata dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Baca juga:

VIDEO - Simak Cuplikan Gol Laga Bali United vs Global Cebu, Tragedi Juru Kunci di Grup G Piala AFC

Mantan Klub Polisi Bakal Jadi Lawan Persija Jakarta di Semifinal Zona ASEAN Piala AFC

Ahmad Heryawan: Pak Jokowi Itu Presiden Semua Parpol di Indonesia, Termasuk PKS

Bayern Muenchen vs Real Madrid: Jadi Penentu Kemenangan, Begini Ungkapan Perasaan Marco Asensio

Syarat itu antara lain, ‎Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC), yakni suatu pengumuman yang dikeluarkan oleh atau dengan otoritas negara dan mengandung informasi aeronautika yang bersifat abadi penting untuk navigasi udara.

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help