Sobiz

Ahli Waris Korban Tumpahan Minyak Terima Santunan Kematian

...dapat kelas I dan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk perawatan," ungkapnya.

Ahli Waris Korban Tumpahan Minyak Terima Santunan Kematian
TRIBUN KALTIM / ADIT
Aris Priyo Wibowo, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan selaku pps Kepala, dan Qyfrizal Putra, selaku Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan saat mengunjungi keluarga almarhum Sutoyo, salah satu korban kobaran api akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan beberapa waktu lalu, untuk memberikan santunan kematian kepada ahli waris, di kediaman keluarga almarhum, di kawasan Jalan Batu Butok Kompleks Pertamina Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, hari Kamis (3/5). 

Santunan kematian yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan kepada Adi Sujono sebagai ahli waris sebesar Rp 24 juta dari program BPU yang diikutsertakan oleh almarhum. "Alhamdulillah beliau terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan santuan kematian ini dapat dimanfaatkan dengan baik mungkin untuk rencana membuka usaha kecil-kecilan salah satunya, sehingga memberikan kesejahteraan bagi ahli waris. Semua orang tidak ingin celaka, tetapi dengan ini Alhamdulillah berarti beliau betul-betul peduli terhadap keluarga yang ditinggalkan," ujar Aris.

Aris menyampaikan pada kesempatannya, keuntungan berpartisipasi dalam BPJS Ketenagakerjaan pada program mandiri, Bukan Penerima Upah (BPU), dengan 16.800 setiap bulan, salah satunya adalah terlindungi 24 jam dalam pembiayaan perawatan atau kecelakaan.

Baca: Polisi Batal Kumpulkan Lulusan SMA/SMK ke Gedung PKM, Ini Alasannya

Baca: Akhir Agustus, PSSI Akan Putuskan Masa Depan Luis Milla di Timnas Garuda

Baca: Real Madrid Bertemu The Reds di Final, Fans MU Minta Christiano Ronaldo Hancurkan Mimpi Liverpool

Ia menuturkan, memang tidak ada yang menginginkan atau berharap itu terjadi, namun tidak ada salahnya untuk antisipasi dalam hal-hal yang tidak diinginkan. "Mungkin bapak ibu atau keluarganya yang punya usaha, walaupun usaha gorengan pun itu 24 jam mendapat perlindungan. Karena berangkat ke pasar pun, belanja, itu dilindungi. Sampai waktu jualan sampai kukut (selesai berjualan) lagi itu dilindungi. Jadi kalau ada kecelakaan, ke rumah sakit pemerintahan, dapat kelas I dan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk perawatan," ungkapnya.(*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved