Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Kawal Pemulihan Lingkungan, Sebulan Kedepan Komisi III DPRD Kaltim Akan Panggil Pihak Terkait

"Kita ingin lihat, sebulan kedepan seperti apa, kita akan panggil (pihak terkait). Selama ini belum kita panggil, masih tunggu rekomendasi"

Kawal Pemulihan Lingkungan, Sebulan Kedepan Komisi III DPRD Kaltim Akan Panggil Pihak Terkait
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Rombongan anggota dan pimpinan komisi III DPRD Kaltim, meninjau hutan mangrove dan perkampungan nelayan di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Jumat (4/5/2018) sore. Kunjungan yang dipusatkan di jembatan dari kayu Ulin sepanjang 800 meter yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Kelurahan Kariangau 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebulan lebih paska tragedi Teluk Balikpapan, rombongan anggota dan pimpinan komisi III DPRD Kaltim, meninjau hutan mangrove dan perkampungan nelayan di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Jumat (4/5/2018) sore.

Kunjungan yang dipusatkan di jembatan dari kayu Ulin sepanjang 800 meter yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Kelurahan Kariangau ini, untuk memastikan sejauh mana penanganan dampak ekosistem, ekonomi dan sosial, di salah satu wilayah terdampak cukup parah itu.

"Pak Camat (Balikapapn Barat) menjelaskan ada langkah bagus dari Pertamina untuk meredam (dampak tumpahan minyak). Kamu lihat di media ga ada keluhan"ujar Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Agus Suwandy.

Sebenarnya, jelas Agus, seminggu setelah tragedi, akhir Maret lalu, jajarannya hendak meninjau langsung lokasi terdampak.

Namun, karena sejumlah kendala teknis, niatan itu urung dilakukan, sampai baru kesampaian sekarang.

Sejauh ini, untuk urusan pemulihan lingkungan, perseroan energi ini, masih menunggu hasil penelitian menyeluruh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga munculnya sanksi administrasi, bagi Pertamina, selaku pemilik minyak untuk menjalankan pemulihan lingkungan.

Pun demikian, walaupun diambil alih pusat, komisi yang membawahi pekerjaan umum, perencanaan pembangunan, perhubungan, pertambangan, energi, perumahan dan lingkungan hidup ini, akan terus mengawal jalannya proses pemulihan lingkungan hidup, yang dilakukan perusahaan.

"Kita ingin lihat, sebulan kedepan seperti apa, kita akan panggil (pihak terkait). Selama ini belum kita panggil, masih tunggu rekomendasi,"ujar politisi partai Gerindra ini.

Ditambahkan, Syafruddin, anggota komisi III lainnya, kejadian ini, menjadi pelajaran, agar perseroan ini membenahi sistem manjerial dan pengelolaan penyaluran minyaknya, agar kejadian tumpahnya 44 ribu barrel tidak terjadi lagi, sehingga berdampak kesulitan bagi rakyat.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help