Bapenda Kutim Lucurkan 'Sigede PAD, Pantau Setoran PAD Lewat Android

Badan Pendapatan Derah (Bapenda) Kutim meluncurkan sistem laporan realisasi pendapatan daerah yang bisa diakses melalui android.

Bapenda Kutim Lucurkan 'Sigede PAD, Pantau Setoran PAD Lewat Android
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Kepala Bapenda Kutim, Musyaffa 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Badan Pendapatan Derah (Bapenda) Kutai Timur meluncurkan sistem laporan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diakses melalui android. Sistem ini diberi nama Sinergitas SKPD dalam Peningkatan PAD atau 'Sigede PAD'.

Demikian diungkapkan Kepala Bapenda Kutim Musyaffa kepada wartawan, Jumat (4/5). Dengan sistem yang diakses melalui handphone android tersebut, memudahkan masyarakat mengetahui perkembangan realisasi PAD di Kutai Timur dari berbagai sektor.

'Sigede PAD', kata Musyaffa, dapat memudahkan pengecekan penerimaan pajak, yang dapat diakses melalui jaringan internet.

Baca: Lahan Bandara Temindung jadi Pusat Bisnis

"Harapannya, Bupati, Wakil Bupati dan Sekda pun bisa kapan saja melakukan pemantauan. Laporan akan berbeda setiap harinya, karena sistem inputnya juga dilakukan setiap hari. Jadi laporan yang disajikan benar-benar tepat waktu," ujar Musyaffa.

Selain itu, Sigede PAD juga memungkinkan Bupati, Wakil Bupati atau Sekda menegur langsung dirinya ataupun SKPD terkait yang menangani retribusi.

Jika penerimaan yang masuk jauh menurun atau tidak mencapai target, maka Bupati atau Wakil Bupati bisa tahu dan langsung menegur. Sehingga dapat diketahui dengan cepat masalah atau kendala apa yang terjadi.

Baca: Jaang-Ferdi dalami Isu Potensi Lokal Bekal Materi Debat Publik Kedua

Seperti diketahui, penerimaan pajak dari 11 jenis pajak yang menjadi tanggung jawab Bapenda, pada triwulan satu, sudah mencapai 71 persen.

Ia berbangga dengan hasil tersebut dan berharap SKPD teknis lain, yang memungut retribusi bisa termotivasi untuk meningkatkan penerimaan mereka.

"Agar timbul rasa iri yang positif, sehingga mengejar pencapain yang lebih juga. Karena beban APBD, khususnya PAD bukan hanya tanggung jawab Bapenda saja," kata Musyaffa. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help