Desa tak Jauh dari Ibukota Kabupaten ini Belum Nikmati Aliran Listrik

Apa salah Desa Suliliran berada di tengah-tengah desa-desa tetangga? Pertanyaan itu diungkapkan Kepala Desa Suliliran Damanik

Desa tak Jauh dari Ibukota Kabupaten ini Belum Nikmati Aliran Listrik
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
ilustrasi listrik padam 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Apa salah Desa Suliliran berada di tengah-tengah desa-desa tetangga? Pertanyaan itu diungkapkan Kepala Desa Suliliran Damanik, Jumat (4/5) saat melihat desa tetangga lebih berkembang pembangunannya, terlebih lagi Desa Suliliran Baru, Kecamatan Pasir Belengkong.

"Kemarin (Kamis, 3/5), saya menghadiri penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101 Kodim 0904/Tanah Grogot di Desa Suliliran Baru, desa yang terbentuk sejak 1983, pemekaran dari Desa Suliliran, tapi sekarang lebih maju dari desa induknya," kata Damanik.

Pencapaian Suliliran Baru memotivasi Suliliran memajukan desanya, namun juga belum mampu memajukan Suliliran. Banyak orang mengatakan pembangunan di Suliliran lambat karena berada di tengah-tengah Desa Laburan Baru, Laburan, Suliliran baru, Sungai Tuak dan Desa Pulau Rantau.

Baca: Bapenda Kutim Lucurkan Sigede PAD, Pantau Setoran PAD Lewat Android

"Apa salah Suliliran di tengah-tengah desa-desa itu? Ke Suliliran Baru jusru lebih cepat lewat desa kami daripada lewat Jalan Negara (Tanah Grogot-Batu Licin), tapi karena dari jembatan lengkung Desa Sungai Tuak jalannya rusak, orang lebih memilih lewat Jalan Negara," ucapnya.

Jika jalan dari Sungai Tuak diperbaiki hingga ke wilayah Desa Suliliran dan Desa Laburan, maka akan memperpendek jarak tempuh ke Batu Licin atau ke Desa Lori Kecamatan Tanjung Harapan.

Selain itu, perbaikan jalan akan membuka keterisolasian SP 1 dan SP2 Desa Suliliran. Seperti halnya pembuatan badan jalan sepanjang 4 Km TMMD Ke-101 Kodim 0904/Tng. Jalan penghubung Desa Suliliran dan Desa Laburan itu, tambah Damanik, memangkas jarak tempuh 8 Km.

Semula harus memutar sejauh 14 Km ke Desa Suliliran atau sebaliknya, sekarang lebih dekat dan lahan pertanian di sekitar badan jalan bisa digarap warga.

Baca: Masih Ada Warga Perbatasan Belanja Pakai Ringgit

"Idenya dari badan jalan yang dibangun TMMD, karena di Suliliran juga ada lokasi trans SP1 dan SP2 dengan penduduk 350 KK, jalan yang ke SP2 Suliliran itu menuju Laburan. Kasihan SP 2 Suliliran, jalannya tanah, tidak menikmati listrik PLN, padahal jaraknya hanya 5 Km dari Ibukota Kabupaten (Tanah Grogot)," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help