Nama Kadisdik Kukar Dicatut Untuk Modus Penipuan

Painem curiga karena dia sudah pernah ikut sertifikasi. Lagipula nomer ponsel oknum yang menelponnya berbeda dengan nomor ponsel Kadisdikbud Kukar

Nama Kadisdik Kukar Dicatut Untuk Modus Penipuan
istimewa
Hifsi G Fachrannas 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Sejumlah guru di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resah terkait ulah oknum yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kukar, Hifsi G Fachrannas. Oknum ini meminta dana untuk kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam jumlah tertentu.

Painem, salah satu guru di SDN 003, Jalan Kawasan RT 04, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasang, dihubungi oknum yang mengatasnamakan sebagai Kadisdikbud Kukar. Ia diminta untuk mentransfer sejumlah uang untuk kegiatan sertifikasi guru.

Painem curiga karena dia sudah pernah ikut sertifikasi. Lagipula nomer ponsel oknum yang menelponnya berbeda dengan nomor ponsel Kadisdikbud Kukar, Hifsi G Fachrannas.

Baca: Kenakan Pakaian Pengantin, Pasangan Ini Ke Polresta Samarinda Untuk Minta Restu di Ruang Tahanan

Kejadian serupa juga pernah dialami Retnowati, guru SDN 005 di Jalan Ahmad Yani Sangasanga. Ia juga dihubungi oknum yang mengaku sebagai Kadisdikbud. Beruntung Retno tidak tertipu oleh ulah oknum tersebut.

Terpisah Kadisdikbud Kukar, Hifsi G Fachrannas juga mengetahui kabar namanya dicatut oknum tertentu untuk meminta uang kepada guru.

Kebetulan, Disdikbud akan menggelar pretest Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) mulai 8-13 Mei 2018. Rupanya, kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas guru ini dimanfaatkan oknum untuk meminta uang kepada sejumlah guru.

"Tadi saya dikabarin juga bahwa ada sejumlah guru di Sangasanha dimintai uang dengan mengatasnamakan saya, saya tegaskan itu tidak betul," kata Hifsi saat dikonfirmasi Tribunkaltim. Co, Senin (7/5/2018).

Baca: Sabu Dibungkus Lakban Lalu Disimpan di Bra, Nursiah Masih Tertangkap

Ia mengimbau kepada seluruh guru untuk selalu waspada terhadap segala modus penipuan yang beraneka macam.

"Koordinasilah langsung ke dinas, apakah itu benar atau tidak, paling tidak melakukan kroscek agar tidak kena tipu. Sekarang modus penipuan macam-macam, makanya kita harus hati-hati," ujarnya. Kendati demikian, Hifsi tidak berupaya untuk melaporkan oknum yang mencatut namanya itu ke pihak kepolisian. "Tidak (melapor), biarlah saja," ucapnya.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help