Operasi Patuh Mahakam, Petugas Kejar Pelajar Sampai Halaman Masjid

sejumlah pengendara mencoba menghindari razia ini baik yang pura-pura berhenti maupun berbalik arah.

Operasi Patuh Mahakam, Petugas Kejar Pelajar Sampai Halaman Masjid
Tribun Kaltim/Samir
Pengendara yang terkena razia yang digelar Polres PPU 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO - Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar razia Operasi Patuh Mahakam, di depan Makopolres, Senin (7/5) sore. Puluhan pengedara roda dua dan empat terjaring dalam razia yang melibatkan puluhan personel Satlantas. Pelanggaran bukan hanya safety balt namun juga pengendara tidak memiliki SIM maupun tidak memakai helm.

Menurut pantauan Tribunkaltim.co, razia di jalur dua ini membuat puluhan kendaraan di hentikan baik dari arah Petung maupun Penajam. Satu persatu surat-surat pengendara diperiksa mulai SIM sampai STNK kendaraan. Namun demikian, sejumlah pengendara mencoba  menghindari razia ini baik yang pura-pura berhenti maupun berbalik arah.

Baca: Dianggap Ganggu Masyarakat sekitar, Pemkot Balikpapan Akan Pulangkan Pencari Suaka Asal Afghanistan

Bahkan salah seorang pengendara masih bersatus pelajar terpaksa dikejar petugas sampai di halaman Masjid Agung Al Ikhlas Penajam. Keduanya tidak menggunakan helm dan langsung digiring menuju di halaman Mapolres PPU. Bukan hanya itu, salah seorang personel Satlantas mencoba mendatangi sejumlah pengendara yang berhenti tak jauh dari masjid agung.

Kasat Lantas Polres PPU, Iptu Hari Purnomo menjelaskan, razia ini merupakan hari ke-12 Operasi Patuh Mahakam yang digelar Polres PPU. Ia menjelaskan, sejak operasi ini digelar sampai sekarang sudah ada sekitar 700 pengendara yang ditilang baik karena tidak menggunakan helm sampai tidak memakai safety balt saat mengendarai mobil.

Bukan hanya itu, sejumlah pengendara juga ada yang tidak membawa surat kendaraan. Hari mengungkapkan, dari jumlah pengendara yang ditilang juga terdapat pengendara yang masih di bawah umur. "Jadi ada anak sekolah juga kami tilang, padahal kan belum bisa membawa kendaraan," jelasnya.

Baca: BPS akan Petakan Potensi Desa, Ini yang Akan Dilakukan DPMPD Kaltim

Mereka yang ditilang lanjutnya, harus membayar melalui bank karena sudah menerapkan sistem e-tilang, sehingga bila sudah membayar biaya tilang maka jaminan seperti kendaraan dan surat kendaraan akan diserahkan kembali.

"Jadi semua denda tilang harus dibayar melalui bank, bukti pembayaran itu diserahkan kepada kamu untuk kemudian menyerahkan surat atau kendaraan yang menjadi jaminan," tegasnya. 

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help