Permukiman Warga Masuk IUP, Ini Langkah Bagian Pemerintahan

Bukan hanya IUP batu bara namun juga izin perkebunan dan kehutanan masuk di pemukiman masyarakat.

Permukiman Warga Masuk IUP, Ini Langkah Bagian Pemerintahan
DOK TRIBUN
Ilustrasi - Kegiatan tambang batubara di Kalimantan Timur. Ratusan perusahaan IUP CnC hingga kini belum kunjung dicabut, meski sudah dijanjikan sejak lama. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sejumlah permukiman warga  di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih dalam izin usaha pertambangan (IUP) batu bara.

Bahkan Kantor Kelurahan Buluminung juga masuk dalam konsensi izin pertambangan.

Kabag Pemerintahan, Setkab PPU, Sardi, Senin (7/5/2018) menjelaskan, izin usaha pertambangan tersebut sudah diterbitkan namun setelah dilakukan penelusuran ternyata sebagian lokasinya masuk permukiman warga.

Baca: Terungkap Ini Penyebab Stefanus Marah dan Habisi Nyawa Calon Istrinya

Bukan hanya IUP batu bara namun juga izin perkebunan dan kehutanan masuk di pemukiman masyarakat.

Untuk menyelesaikan itu lanjutnya, pihaknya tidak mengalami kendala karena setelah dilakukan penentuan tapal batas wilayah langsung diputuskan, agar pemilik IUP menyesuaikan dengan lokasi yang berada di permukiman warga.

Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran Besar Landa Permukiman Temindung Permai saat Warga Tidur Pulas

"Misalnya di Buluminung itu ada 21 Ha yang masuk izin IUP tapi 12 Ha itu masuk permukiman warga termasuk kantor kelurahan. Nah IUP itu yang menyesuaikan dan tidak boleh menggarap lokasi di pemukiman warga meski dalam konsensi tambang batu bara," jelasnya.

Sardi mengatakan, persoalan ini merupakan salah satu contoh dalam menyelesaikan tapal batas baik antar desa maupun desa dengan kelurahan termasuk dengan izin pertambangan maupun perkebunan dan kehutanan.

Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help