Polisi Gelar Perkara Dugaan Penipuan Biro Travel H2O, Segera Ada Tersangka

Kasus dugaan penipuan terhadap puluhan calon jamaah haji plus melalui Biro Travel PT H2O Bontang bakal masuk tahap penyidikan.

Polisi Gelar Perkara Dugaan Penipuan Biro Travel H2O, Segera Ada Tersangka
Tribunkaltim
Wakapolres Bontang Kompol Eko Alamsyah 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kasus dugaan penipuan terhadap puluhan calon jamaah haji plus melalui Biro Travel PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O) Bontang bakal ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Waka Polres Bontang Kompol Eko Alamsyah mengatakan pihaknya bakal segera meningkatkan penyelidikan kasus dugaan travel bodong H2O ke tahap penyidikan.

"Pekan ini akan dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan penyelidikan kasus travel H20 ke tahap penyidikan sekaligus penetapan tersangka," ujar Kompol Alamsyah.

Baca: Meminimalisir Penipuan, Travel Umroh Wjib Kantongi Hal Ini

Penyelidikan terhadap kasus dugaan penipuan bermula dari laporan perkumpulan calon jamaah haji H2O ke Polres Bontang akhir 2017 lalu. Para jamaah ONH plus yang berjumlah 50 orang kecewa lantaran mereka tak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci. Padahal, tidak sedikit dari jamaah sudah menyetor dan melunasi biaya pemberangkatan mereka sejak 2012 silam.

Sebelum memutuskan melapor ke pihak berwajib, puluhan jamaah sudah menempuh upaya mediasi dengan perwakilan PT H2O di Bontang. Termasuk langkah mediasi difasilitasi Kementrian Agama Bontang, namun tak juga ada kepastian pemberangkatan.

Baca: Gandeng Travel Resmi, ATM Janji Berangkatkan Umrah saat Ramadhan, Segini Biaya Tambahannya!

"Pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti sudah dilakukan, tinggal menunggu gelar perkara sebelum penetapan tersangka," ungkap Alamsyah.

Dijelaskan, modus yang dijalankan PT H2O dalam menjaring calon jamaah haji plus yakni menawarkan promo murah. Calon haji ONH Plus yang ingin ke Tanah Suci cukup menyetor Rp 55 juta sampai Rp 60 juta. Padahal, biaya haji plus yang ditetapkan pemerintah saat ini kisaran Rp 106 juta.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixon mengaku cukup hati-hati menetapkan tersangka kasus dugaan penipuan yang dilakukan PT H2O. Pasalnya, kepengurusan biro perjalanan haji plus tersebut tidak hanya di Bontang, tapi bertingkat dan memiliki pengurus pusat di Jakarta.

Baca: PLBN Sungai Nyamuk dan Long Midang Segera Dibangun

Perwakilan PT H2O Bontang sendiri juga mengaku sebagai korban penipuan sehingga turut melaporkan pengurus H2O pusat ke Polres Bontang. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help