33 Wanita Terjaring Razia Gabungan, Delapan Cafe di Kampung Kajang Disegel

Razia gabungan digelar mulai Senin (7/5/2018) malam hingga Selasa (8/5/2018) dini hari, dengan menyasar 26 THM.

33 Wanita Terjaring Razia Gabungan, Delapan Cafe di Kampung Kajang Disegel
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Para wanita yang terjaring razia dibawa ke Polsek Sangatta untuk dimintai keterangan dan didata identitas kependudukannya 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Jelang bulan suci Ramadan, Pemkab Kutai Timur bersama jajaran kepolisian, Satpol PP dan TNI,  menertibkan beberapa tempat hiburan malam yang kian gencar beroperasi.

Terutama di kawasan eks Lokalisasi Kampung Kajang, dan beberapa café di kawasan Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan.

Razia gabungan digelar mulai Senin (7/5/2018) malam hingga Selasa (8/5/2018) dini hari, dengan menyasar 26 THM.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mugeni, selaku Ketua Tim Operasi langsung melakukan pemetaan dan membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk melakukan razia.

Hasilnya, tim operasi menjaring sedikitnya 33 wanita penghibur di café maupun rumah karaoke. Mereka tidak memiliki identitas apapun.

Ada pula dua pasangan bukan suami istri yang dipergoki menginap di sebuah hotel yang ikut terjaring.

Tak hanya itu, beberapa botol minuman keras yang diperdagangkan tanpa izin di tempat hiburan malam yang didatangi pun ikut disita aparat.

Semuanya langsung digelandang ke Polsek Sangatta untuk dimintai keterangan dan didata.

“Pemkab Kutai Timur sudah menyebarkan imbauan untuk menutup seluruh THM yang beroperasi di Kutim. Mulai 8 Mei 2018, sudah tidak boleh ada yang beroperasi, hingga 20 Juni mendatang, pasca Idul Fitri. Makanya kami menggelar razia. Mereka yang masih buka kami tindak. Tidak ada ampun lagi,” ungkap Mugeni.

Selain itu, Mugeni bersama tim operasi juga langsung menyegel delapan café di kawasan Kampung Kajang yang diduga melakukan praktik prostitusi terselubung.

Delapan café tersebut disegel secara permanen agar tidak beroperasi lagi.

“Café dan karaoke di situ (Kampung Kajang), sudah dilarang beroperasi. Tapi masih nekat beroperasi. Jadi terpaksa kita segel permanen, agar tidak beroperasi lagi,” ujar Mugeni. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help