Buntut Skandal Pembocoran Data, Pengguna Indonesia Gugat Ganti Rugi Facebook Rp 11 Triliun

gugatan diajukan secara class action, lantaran ada 1.096.666 pengguna Facebook di Indonesia yang terkena dampak skandal

Buntut Skandal Pembocoran Data, Pengguna Indonesia Gugat Ganti Rugi Facebook Rp 11 Triliun
Techspot
Ilustrasi - Facebook 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA  - Facebook akhirnya digugat terkait kebocoran data di pengadilan Indonesia.

Adalah Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) (penggugat 1), dan Indonesia ICT Institue (IDICTI) (penggugat 2) yang menggugat Facebook ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui tiga kuasa hukum dari kantor hukum Equal & Co.

Sementara tergugat ada tiga pihak, mereka adalah Facebook Inc. (tergugat 1) Yang berkantor di California, Amerika Serikat, Facebook Indonesia (tergugat 2) yqng berkantor di Jakarta, Indonesia, dan Cambridge Analytica yang berkantor London, Inggris.

Kuasa hukum penggugat Jemy Tommy, menjelaskan gugatan diajukan secara class action, lantaran ada 1.096.666 pengguna Facebook di Indonesia dari total 87 juta pengguna di dunia yang terkena dampak skandal Cambridge Analytica.

"Kami mengacu kepada Peraturan Mahkamah Agung 1/2002, dari sana kami melihat sudah tepat dan berhak mengajukan class action," kata Jemy saat dihubungi KONTAN, Senin (7/5).

© PT Grahanusa Mediatama Gugatan class action vs Facebook segera didaftarkan, permintaan ganti ruginya Rp 11 T Sementara pertimbangan hukumnya, dari berkas gugatan yang didapat KONTAN, skandal Cambridge Analytica melanggar beberapa regulaso terkait perlindungan data pribadi.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika 20/2016 tentang Perlindungan Data Pribadi; PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Rencananya, gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Senin (7/5). Namun Jemy mengakui masih ada beberapa berkas yang dibutuhkan sehingga pendaftaran ditunda.

 
"Kita tadi sudah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tapi di sana ternyata butuh hingga 10 berkas copy, misalnya yang berbahasa asing dengan penerjemah tersumpah. Namun, surat kuasa sudah kita daftarkan. Paling lambat mungkin minggu depan kita daftarkan," lanjutnya

Dalam gugatan ini, para penggugat meminta adanya ganti rugi kerugian senilai total Rp 11,21 triliun. Rinciannya Rp 10,96 triliun merupakan ganti rugi imaterial, sementara sisanya senilai Rp 21,93 miliar sebagai ganti rugi material.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help