Kalah di Tingkat Banding Soal K2, Pemkab PPU Ajukan Kasasi

Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah dalam tingkat banding kalah.

Kalah di Tingkat Banding Soal K2, Pemkab PPU Ajukan Kasasi
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Kasubag Bantuan Hukum, Setkab PPU, Pitono. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co,Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah dalam tingkat banding kalah dari pengugat 38 tenaga honorer kategori dua (K2).

Sebelumnya, Pemkab PPU juga kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda.

Kasubag Bantuan Hukum, Setkab PPU, Pitono, Selasa (8/5/2018) mengatakan, pengajuan kasasi ini sudah dilakukan sejak sebulan lalu dan sampai sekarang belum ada putusan.

Baca: Miris. . . Fasilitas Kesehatan Minim, Warga Perbatasan Berobat ke Malaysia

Ia mengatakan, kasasi ini dilakukan karena dalam sidang banding putusan PTUN dikuatkan.

"Kami lakukan kasasi karena PTUN dan banding kami kalah. Kalau nanti di kasasi kalah pun, kami akan melakukan peninjauan kembali (PK)," jelasnya.

Pitono mengatakan, dalam PK nanti pihaknya akan membuka seluruh dokumen terkait dengan K2, karena ada kesalahan administrasi.

Baca: Bugar dan Fit Banget, Ternyata Begini Trik Latihan Membentuk Tubuh Si Bintang Thor

Meski mereka menang di banding, namun K2 belum bisa diangkat dan menerima SK pengangkatan CPNS karena dalam putusan tersebut tidak menutup untuk melakukan upaya hukum lain. 

Sebelumnya, 68 honorer K2 dinyatakan lulus tes CPNS namun Bupati Yusran Aspar tidak menerbitkan SK pengangkatan mereka dengan alasan masih ada keraguan terhadap berkas mereka.

Baca: Isu Neymar Pindah ke Real Madrid Makin Kencang, Ini yang Dilakukan Presiden Barcelona

Ia mengungkapkan, dari 68 orang tersebut sebanyak 21 orang sudah dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat.

Baca: Dollar AS Tembus Rp 14.000, Ini yang akan Dilakukan Sri Mulyani

Dengan dicoretnya 21 orang maka tersisa 47 orang dan hanya satu orang saja yang sudah diangkat menjadi PNS karena berkas dinyatakan tidak bermasalah, sementara 46 K2 sampai sekarang belum tahu nasibnya meski mereka sudah menang di tingkat banding. (*)

Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help