Masuk Kawasan Strategis Nasional, Area Konservasi Setabu Diambil Alih Pusat

Sebelumnya, perencanaan ketiga kawasan konservasi itu sudah dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan.

Masuk Kawasan Strategis Nasional, Area Konservasi Setabu Diambil Alih Pusat
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Lokasi pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Perencanaan Kawasan Konservasi Pesisir di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat diambil alih Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Muschan Ashari, staf pada Direktorat Konservasi dan Keanekaraman Hayati Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, Kawasan Konservasi Pesisir di Desa Setabu, Kacamatan Sebatik Barat akan dikelola langsung pemerintah pusat. Hal ini disebabkan karena Desa Setabu termasuk Kawasan Strategis Nasional.

Hanya saja, kata dia, untuk surat keputusan pencadangan kawasan bisa langsung dikeluarkan Gubernur Kalimantan Utara.

 

“Nanti pengelolaannya juga bisa kolaborasi antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Berbeda dengan Desa Setabu, perencanaan dan pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir Tanjung Cantik, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan dan Kawasan Konservasi Gugusan Pulau Sinilak dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara.

Perencanaan ketiga kawasan konservasi itu dimulai dari proses awal, setelah beralihnya kewenangan pengelolaan kawasan pesisir dari kabupaten ke provinsi.  

Saat ini ketiga kawasan konservasi dalam tahap pengkajian. Diharapkan setelah itu Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie segera menerbitkan surat keputusan pencadangan kawasan konservasi.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help