Berita Video

Polisi Bekuk Lima Preman di Kecamatan Anggana, Menegangkan !

"Mereka juga mengambil jatah. Meminta uang kepada sopir truk," kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto

Polisi Bekuk Lima Preman di Kecamatan Anggana, Menegangkan !
HO - Polda Kaltim
Operasi pemberantasan premanisme dan pungli dipimpin langsung Kasubdit Jatanras mengamankan 5 preman di wilayah Samarinda, Kamis (10/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komplotan preman asal Samarinda yang diamankan Jatanras Polda Kaltim akhirnya angkat bicara. Di hadapan petugas, mereka membeberkan peran mereka masing-masing dalam melakukan pemerasan dan pungli terhadap supir kendaraan muatan yang melintas.

Deni (43), Hadi (41) dan Suridno (34) bertugas sebagai pemberi informasi awal, bila ada truk yang melintasi jalan yang diklaim sebagai daerah kekuasan mereka. Mereka berjaga terpisah, Deni memberi informasi bila ada truk yang memasuki bilangan Sungai Damak, Hadi bertugas di Sambutan sementara Suridno di kawasan Anggana.

"Mereka juga mengambil jatah. Meminta uang kepada sopir truk," kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto, Kamis (10/5/2018).

Baca Juga :

Raup Rp 1 Juta Sehari, Komplotan Preman Asal Samarinda Diringkus Polisi

SD Islamic Center Samarinda Gelar Wisuda

Turun Gunung ke Gelanggang Politik, Mahathir Mohamad: Saya Memang Diktator, tapi Saya Bukan Pencuri

Nah, Julkifli (37) dalam aksinya, tinggal melakukan pemerasan terhadap supir dump truck yang melintas di sepanjang jalan Sungai Damak. Ia tak segan mengeluarkan senjata tajam berupa badik saat meminta uang kepada sopir truk.

Sementara Sarlan (57) bak gayung bersambut, usai menerima informasi dari komplotannya, tugasnya, meminta uang dari supir-supir dump truck, trail dan alat berat yang melintas di portal Jalan Penangkaran Buaya, Sambutan kota Samarinda.

"Jadi mereka berlima ini saling komunikasi antar sesama. Bila ada truk yang lewat. Hitung saja berapa kali truk berhenti hanya melewati jalan itu," ujarnya.

Dalam sehari saja mereka berlima mampu meraup pundi-pundi rupiah hingga Rp 1 juta. Hal itu bisa dilihat dari uang tunai yang disita polisi sebagai barang bukti. Diduga kuat uang tersebut merupakan hasil pungutan liar (pungli) yang dilakukan kelompok preman ini.

Lihat Videonya :

(*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help